OJK: MSCI pertahankan pasar saham RI di kategori "emerging market"

4 minggu yang lalu 26
Jadi kita tetap ada di dalam kelompok emerging market seperti sebelumnya

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menetapkan Indonesia ke dalam kategori emerging market (pasar berkembang) pascapengumuman rebalancing (penyesuaian) indeks.

Dengan demikian, pasar saham Indonesia tidak mengalami penurunan klasifikasi menjadi frontier market.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, MSCI dalam peninjauan terbarunya tidak melakukan perubahan klasifikasi terhadap pasar modal Indonesia.

"Hari ini pun MSCI sendiri melakukan penyesuaian indeks tanpa kemudian menetapkan adanya perubahan klasifikasi pasar kita. Jadi kita tetap ada di dalam kelompok emerging market seperti sebelumnya,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia juga menegaskan, lembaga penyedia indeks global lainnya, yakni FTSE Russell turut mempertahankan posisi Indonesia dalam kategori secondary emerging market.

Menurut Hasan, dinamika yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir justru memperkuat keyakinan regulator bahwa arah reformasi pasar modal Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

Langkah reformasi yang ditempuh otoritas dan pelaku pasar telah diakui oleh penyedia indeks global, termasuk melalui berbagai pertemuan intensif dan komunikasi berkala yang dilakukan dengan MSCI maupun FTSE Russell.

Ia mengungkapkan terdapat sejumlah saham Indonesia yang dinilai berpotensi masuk ke berbagai indeks global MSCI pada periode berikutnya. Namun, beberapa saham yang sebelumnya berpeluang masuk masih tertunda akibat kebijakan pembekuan sementara.

"Hanya karena untuk sementara waktu kebijakan mereka sedang ada freeze atau pembekuan tidak adanya in ke kelompok indeks Indonesia, maka saham-saham itu tertunda masuk," ungkapnya.

Adapun dalam MSCI May 2026 Index Review, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Sementara, MSCI memasukkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam MSCI Global Small Cap Index.

Di sisi lain, MSCI menghapus sejumlah saham dari MSCI Global Small Cap Index, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Baca juga: MSCI keluarkan enam saham RI dari Global Standard Index

Baca juga: OJK sebut koreksi IHSG usai rebalancing MSCI masih wajar

Baca juga: OJK respons MSCI mengeluarkan 18 saham RI dari indeks global

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya