OJK Kediri sebut industri  BPR dan BPRS tunjukkan kinerja positif 

1 minggu yang lalu 20

Kediri (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, menyebut kinerja industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di wilayah kerja OJK Kediri tetap menunjukkan kinerja yang positif dan resilien.

"Hingga Maret 2026, total aset tumbuh 6,34 persen (yoy) menjadi Rp4,80 triliun, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 3,42 persen (yoy) menjadi Rp3,41 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,64 persen (yoy) menjadi Rp3,19 triliun," kata Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri dalam keterangannya di Kediri, Selasa.

Ia menambahkan untuk permodalan industri BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Kediri tersebut juga tetap kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,22 persen, jauh di atas ketentuan minimum yang berlaku.

Dia memberikan apresiasi kinerja serta kontribusi BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Kediri dalam menggerakkan ekonomi daerah selama ini.

Pihaknya juga terus mendorong penguatan industri BPR dan BPRS melalui implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan BPR-BPRS Tahun 2024–2027, termasuk penguatan tata kelola, permodalan, manajemen risiko, dan transformasi digital.

"Kami berharap BPR dan BPRS semakin berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," kata Ismirani.

Sementara itu, di tingkat nasional kinerja BPR dan BPRS juga terus tumbuh menjadi bank yang berintegritas, tangguh, dan kontributif dalam memberikan akses keuangan kepada UMKM dan masyarakat di wilayahnya.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya