Jakarta, CNN Indonesia --
Benjamin Netanyahu bakal tetap menjabat sebagai perdana menteri Israel, sampai koalisi pemerintahan baru pasca-pemilu resmi dibentuk.
Reuters melaporkan Netanyahu saat ini diproyeksi mengamankan 53 kursi di parlemen Knesset, usai 86 persen suara dihitung hingga Rabu (28/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blok oposisi pimpinan mantan panglima militer Gadi Eisenkot sementara itu tertinggal di proyeksi 48 kursi, usai sempat mengungguli Netanyahu di penghitungan awal. Butuh 61 dari total 120 kursi untuk membentuk pemerintahan baru di Israel.
Partai-partai Arab di sisi lain diperkirakan memenangkan 19 kursi, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kubu Eisenkot bisa saja menang dengan dukungan partai Arab, namun para pemimpin Yahudi telah menentang keras prospek tersebut.
Selama masa negosiasi pembentukan koalisi berlangsung, Netanyahu akan menjadi PM sementara Israel. Para ahli mengatakan Netanyahu tetap memiliki kekuasaan, termasuk untuk memerangi Iran, meskipun dapat menghadapi sejumlah batasan.
Ini merupakan pemilu pertama Israel sejak kelompok milisi Hamas menyerang negara itu pada 7 Oktober 2023 dan meletuskan perang di Gaza, Lebanon, hingga Iran.
Netanyahu telah diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Elektabilitas Netanyahu sempat merosot di jajak pendapat terbaru buntut serangkaian masalah, termasuk kasus korupsinya dan keputusannya mengecualikan pria ultra-Ortodoks dari wajib militer.
Nama Eisenkot saat itu mentereng dan sempat diprediksi akan melengserkan pemerintahan Netanyahu.
(blq/dna)

53 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·