Muslimat NU Gandeng YAICI Tingkatkan Literasi Gizi Keluarga, Percepat Penurunan Stunting

6 jam yang lalu 3

Bandung, NU Online

Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU bekerja sama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menyelenggarakan kegiatan edukasi gizi untuk meningkatkan literasi gizi keluarga sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai peruntukan produk kental manis. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.


Kegiatan yang diikuti 50 kader PC Muslimat NU Kabupaten Bandung Barat tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku di tingkat keluarga dan masyarakat.


Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa sebagai organisasi perempuan terbesar yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan ranting, Muslimat NU memandang penguatan kapasitas kader sebagai investasi penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.


"Melalui kader-kader yang tersebar di seluruh Indonesia, informasi mengenai pemenuhan gizi seimbang, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pencegahan stunting diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas," ujar Khofifah, Selasa (21/7/2026).


Menurutnya, Muslimat NU memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan perempuan dan keluarga.


Karena itu, Khofifah mendorong kader Muslimat NU menjadi garda terdepan dalam mendukung percepatan penurunan stunting, peningkatan literasi gizi, serta penguatan ketahanan keluarga.


Sementara itu, Ketua PP Muslimat NU, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki jaringan organisasi yang kuat hingga tingkat cabang, anak cabang, ranting, dan anak ranting.


"Potensi tersebut menjadi kekuatan strategis dalam menyebarluaskan edukasi mengenai pemenuhan gizi keluarga, pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang bagi anak, serta meluruskan pemahaman masyarakat mengenai peruntukan produk kental manis," jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari berbagai narasumber, antara lain perwakilan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), serta PP Muslimat NU.


Materi yang disampaikan meliputi pentingnya sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting, peningkatan literasi gizi keluarga, hasil temuan lapangan terkait praktik pemberian kental manis kepada balita, hingga pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.


Pada kesempatan tersebut, Erna Yulia Soefihara dari PP Muslimat NU dijadwalkan menyampaikan materi bertajuk "Peran dan Komitmen Kader Muslimat NU dalam Perlindungan Kesehatan Anak dan Menghentikan Pemberian Kental Manis pada Balita." Materi tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas kader Muslimat NU sebagai ujung tombak edukasi kesehatan ibu dan anak di tingkat keluarga dan komunitas.


Kolaborasi antara PP Muslimat NU, YAICI, pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.


"Dengan jaringan kader yang tersebar di seluruh Indonesia, Muslimat NU optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting melalui penguatan literasi gizi, pemberdayaan keluarga, dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan," tutur Arifah.


Melalui kegiatan ini, PP Muslimat NU kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas.


"Semangat gotong royong, kolaborasi, dan dakwah kemaslahatan yang menjadi ruh gerakan Muslimat NU diharapkan semakin memperkuat upaya bersama dalam menciptakan generasi emas Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," kata Arifah.

Baca Artikel Selengkapnya