Muluskan Jalan Menuju Kekuasaan, Apakah Opisisi Israel Rangkul Partai Arab atau Justru Haredi?

57 menit yang lalu 4

TEL AVIV— Kekuatan oposisi Israel menghadapi situasi pelik setelah gagal mengamankan mayoritas kursi dalam pemilihan anggota Knesset (parlemen Israel) yang digelar pekan lalu.

Di tengah upaya membentuk pemerintahan darurat untuk menggulingkan pemerintahan Benjamin Netanyahu, oposisi kini dihadapkan pada pilihan sulit: merangkul partai-partai Arab atau menarik dua partai Yahudi ultra-Ortodoks, yang dikenal sebagai kelompok Haredi, dari kubu Netanyahu.

Hasil pemilu menunjukkan kubu Netanyahu memperoleh 53 kursi dari total 120 kursi Knesset, sementara oposisi meraih 48 kursi dan partai-partai Arab mendapatkan 19 kursi.

Hasil ini menempatkan partai-partai Arab sebagai kekuatan penentu dalam perebutan pembentukan pemerintahan baru.

Dukungan mereka berpotensi menjadi kunci bagi pemimpin oposisi Yahudi, Gadi Eisenkot, untuk memperoleh mandat membentuk pemerintahan.

Namun, penolakan terhadap keterlibatan partai-partai Arab di dalam oposisi Israel membuat opsi tersebut tidak mudah diwujudkan.

Sebagai alternatif, muncul gagasan untuk menarik dua partai yang mewakili kelompok Yahudi ultra-Ortodoks atau Haredi dari kubu Netanyahu ke barisan oposisi.

Langkah ini memungkinkan Eisenkot membentuk pemerintahan dengan mayoritas parlemen tanpa membutuhkan dukungan suara anggota parlemen Arab.

Peluang tersebut semakin menguat setelah para pemimpin oposisi Yahudi menggelar pertemuan di Herzliya, Israel bagian tengah, pada Selasa.

Saluran televisi Israel Channel 12 dikutip Aljazeera, Rabu (4/11/2026) melaporkan bahwa para pemimpin oposisi menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap pembentukan pemerintahan bersama dua partai Haredi dibandingkan pemerintahan yang bergantung pada partai-partai Arab.

Ironisnya, kecenderungan tersebut muncul meskipun partai-partai oposisi selama kampanye pemilu menyampaikan sikap menentang pembebasan siswa lembaga pendidikan agama dari wajib militer. Padahal, pembebasan tersebut merupakan salah satu tuntutan utama kelompok Haredi.

Perubahan arah ini menempatkan partai-partai Haredi di pusat perundingan pembentukan pemerintahan.

Sebelumnya, perhatian lebih banyak tertuju pada kemungkinan peran partai-partai Arab dalam menentukan kemenangan Eisenkot. Kini, pertanyaan utamanya adalah sejauh mana kelompok Haredi bersedia meninggalkan koalisi mereka dengan Netanyahu.

Baca Artikel Selengkapnya