Jakarta, CNN Indonesia --
Televisi nasional Iran Pada Selasa (3/11) mendadak menyiarkan instruksi kepada warga mengenai tata cara merespons jika terjadi serangan nuklir.
Al Arabiya melaporkan panduan mitigasi tersebut meliputi instruksi untuk tidak menatap langsung kilatan cahaya akibat ledakan, serta segera mencari tempat berlindung jika berada di luar ruangan.
Otoritas menyarankan agar warga berlindung di balik barrier apabila tidak bisa masuk ke gedung, atau berbaring dengan posisi rata tanah dan melindungi kepala serta wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ledakan telah berlalu, warga diimbau masuk ke dalam bangunan terdekat dan jangan ke luar ruangan untuk menonton atau mengambil foto. Otoritas juga tidak menyarankan warga untuk berlindung di dalam mobil.
Otoritas turut meminta masyarakat untuk pergi ke ruang bawah tanah atau bagian tengah bangunan, jauh dari jendela maupun dinding.
Masyarakat diminta menutup pintu dan jendela, serta mematikan pendingin ruangan yang mengambil udara dari luar.
Apabila terpapar area ledakan, warga diimbau mengganti pakaian karena kemungkinan adanya kontaminasi. Pakaian yang terpapar tidak boleh dikibas-kibaskan dan harus segera dimasukkan ke dalam wadah tertutup.
Bagian kulit yang terpapar harus segera dibilas dengan air dan sabun, serta menggunakan shampoo apabila rambut turut terkena. Jika tidak memungkinkan untuk mandi, cukup basuh area tubuh dengan air atau tisu basah.
Warga juga diminta menyiapkan air minum dan makanan kemasan serta tidak meninggalkan bangunan selama setidaknya 24 jam.
Masyarakat wajib mengikuti arahan pihak berwenang, terutama mengenai rute evakuasi aman.
Panduan ini disiarkan Teheran menjelang serangan baru Amerika Serikat ke Iran.
Presiden AS Donald Trump belakangan sudah memberi sinyal akan menyerang kembali Iran dengan menargetkan Gunung Pickaxe. Washington meyakini Iran menyimpan komponen program nuklirnya di gunung tersebut.
Menurut laporan media-media AS, serangan ini bakal melibatkan Mother of All Bombs, bom non-nuklir terkuat Amerika Serikat.
Beberapa laporan juga menyebut serangan besar ini kemungkinan akan diluncurkan pasca pemilu paruh waktu AS yang digelar pada 3 November.
(blq/bac)

58 menit yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·