Militer Korsel Merapat ke Teluk Persia, Iran Beri Ultimatum

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak mengerahkan atau menghadirkan kekuatan militernya di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Iran menilai langkah tersebut sebagai bentuk dukungan langsung terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah konflik yang sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei, pada Senin (7/9).

Baghaei menyampaikan peringatan itu melalui unggahan berbahasa Korea di X. Ia mengatakan hubungan Iran dan Korea Selatan telah terjalin selama lebih dari 64 tahun dan selama ini didasarkan pada rasa saling menghormati.

"Iran sangat menghargai hubungan persahabatannya dengan Korea Selatan," tulis Baghaei.

Namun, Baghaei menegaskan situasi saat ini berbeda karena Iran mengklaim sedang mempertahankan diri dari tindakan agresif AS.

"Namun, jelas bahwa dalam situasi saat ini, di mana bangsa Iran membela diri terhadap tindakan agresif dan menanggapi secara tegas kejahatan perang AS terhadap perempuan dan anak-anak," tulisnya.

Menurutnya, setiap partisipasi operasional atau kehadiran militer negara lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dianggap sebagai dukungan langsung kepada pihak yang disebutnya sebagai agresor.

"Partisipasi operasional atau kehadiran militer apa pun oleh pihak lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dianggap sebagai dukungan langsung kepada pihak agresor dan akan memiliki konsekuensi serius," tambahnya.

Baghaei juga menambahkan pemerintah yang berdaulat seharusnya tidak tunduk pada tekanan maupun pemaksaan dari Washington.

"Tidak ada pemerintah yang berdaulat dan bertanggung jawab yang tunduk pada tekanan dan pemerasan AS untuk ikut serta dalam tindakan agresif dan keji terhadap bangsa Iran yang agung," katanya.

(mge/bac)

Baca Artikel Selengkapnya