Militer AS Klaim Tembak Jatuh 2 Drone Iran di Sekitar Selat Hormuz

5 jam yang lalu 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan militer AS kembali menembak jatuh dua pesawat tanpa awak (drone) jenis penyerang milik Iran di sekitar Selat Hormuz.

Langkah ini diambil setelah drone-drone tersebut dinilai memberikan ancaman langsung terhadap jalur pelayaran maritim internasional di kawasan strategis tersebut.

Insiden itu terjadi hanya berselang satu hari setelah militer AS melumpuhkan empat drone penyerang Iran lainnya di lokasi yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasukan AS di Timur Tengah menembak jatuh dua drone penyerang satu arah milik Iran yang mengancam lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz," tulis pernyataan resmi CENTCOM melalui unggahan di platform X, melansir Euronews.

Pihak CENTCOM juga menegaskan bahwa armada militer mereka tetap bersiap penuh untuk mengantisipasi dan mempertahankan diri dari segala bentuk agresi lanjutan Iran.

Aksi saling serang di kawasan Teluk ini terus menunjukkan tren eskalasi yang mengkhawatirkan. Pemerintah Bahrain melaporkan bahwa sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan oleh Iran menuju wilayah Bahrain serta Kuwait juga berhasil dicegat pada Sabtu (6/6) pagi waktu setempat.

Otoritas Bahrain pun mendesak Teheran untuk segera menghentikan serangan provokatif terhadap negara-negara tetangganya di Teluk.

Di sisi lain, Pemerintah Iran berdalih bahwa serangan rudal dan drone mereka memang sengaja membidik basis-basis militer milik Amerika Serikat yang berada di Bahrain dan Kuwait.

Langkah defensif tersebut diklaim Iran sebagai aksi balasan langsung atas serangan udara militer Amerika Serikat sebelumnya yang menyasar fasilitas pengawasan laut Iran di Pulau Qeshm dan wilayah dekat Sirik.

Teheran bersikeras bahwa fasilitas pengawasan mereka yang dihancurkan AS sebenarnya berfungsi untuk melindungi perbatasan dan menjamin keamanan navigasi internasional.

[Gambas:Twitter]

Atas dasar itu, Iran menuding balik serangan udara Amerika Serikat tersebut sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ada.

Kontak senjata dan ketegangan geopolitik yang kembali memanas di perairan Timur Tengah ini terjadi justru di tengah upaya intensif pemerintahan Donald Trump yang tengah mendorong kesepakatan diplomatik baru guna mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya