Menkeu tegaskan Pancasila jadi pedoman pengelolaan keuangan negara

1 minggu yang lalu 27
Bagi Kementerian Keuangan, Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan fiskal, pelayanan, pengawasan dan setiap rupiah uang negara yang kita kelola

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengelolaan keuangan negara.

Menkeu Purbaya menyatakan Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi pedoman bagi setiap aparatur negara dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Bagi Kementerian Keuangan, Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan fiskal, pelayanan, pengawasan dan setiap rupiah uang negara yang kita kelola,” kata Purbaya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Bendahara Negara itu menuturkan nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi, hingga disrupsi teknologi.

Pada situasi tersebut, Pancasila menjadi jangkar moral agar pembangunan dan kemajuan bangsa tetap berpijak pada kemanusiaan, keadilan, persatuan dan keberpihakan kepada rakyat.

Baca juga: Menkeu optimis DSI beri dampak positif bagi investor pasar modal

Baca juga: Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai

Dalam konteks Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Menkeu menggarisbawahi bahwa kas negara bukan sekadar instrumen fiskal, melainkan amanat rakyat yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Maka dari itu, kata dia, setiap kebijakan harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, kredibilitas, serta keberpihakan kepada masyarakat.

“APBN adalah amanat rakyat,” ujarnya Menkeu menegaskan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Keuangan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Tema itu mengingatkan bahwa Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman, tetapi juga menawarkan nilai-nilai luhur seperti persatuan, kemanusiaan, musyawarah, keadilan, dan perdamaian yang relevan bagi dunia.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara, sumber moral pemerintahan dan penuntun pengabdian aparatur negara,” tuturnya.

Baca juga: Menkeu mengkaji sanksi 10 perusahaan terduga manipulasi ekspor-impor

Baca juga: Purbaya pastikan pembentukan PT DSI tak ubah peran Bea Cukai

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya