Menkeu: APBN hanya 15 persen dari PDB, ekonomi butuh peran semua pihak

48 menit yang lalu 2
APBN itu ya mungkin hanya sekitar 14-15 persen (dari PDB). Ukuran kesejahteraan adalah produk domestik bruto. Pertanyaannya kalau APBN nya 15 persen, 85 persen lagi siapa yang menciptakan? Yang menciptakan itu adalah seluruh masyarakat. Rumah tangga

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mencakup 14-15 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sebagian besar aktivitas ekonomi berasal dari masyarakat mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, hingga aktivitas ekspor.

”APBN itu ya mungkin hanya sekitar 14-15 persen (dari PDB). Ukuran kesejahteraan adalah produk domestik bruto. Pertanyaannya kalau APBN nya 15 persen, 85 persen lagi siapa yang menciptakan? Yang menciptakan itu adalah seluruh masyarakat. Rumah tangga yang melakukan konsumsi, perusahaan yang melakukan investasi,” kata Suahasil dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin.

Maka dari itu, katanya, saat ini pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN guna mengerek pertumbuhan ekonomi, namun juga memacu sektor non-APBN.

“Maka kita tahu yang diperlukan oleh negara kita adalah bagaimana mengorkestrasi keseluruhan perekonomian, mengorkestrasi seluruh pelaku ekonomi sehingga kemudian bisa bersama-sama memaksimalkan produk domestik bruto menggunakan," kata dia.

Dalam hal ini, pemerintah harus memastikan belanja negara memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang tinggi terhadap perekonomian.

Selain mendorong pertumbuhan, Suahasil menjelaskan, APBN memiliki dua fungsi lain, yakni menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan kredibilitas fiskal.

APBN juga tidak bekerja sendirian dalam mendukung pembangunan. Pemerintah juga mengandalkan Danantara sebagai instrumen investasi negara yang menjalankan berbagai agenda pembangunan.

"Ketika ada ide-ide besar mengenai, visi besar mengenai Indonesia, ada dua tangan yang bekerja. Tangan pertama adalah APBN, tangan kedua adalah Danantara sebagai investment arms of the Republic of Indonesia. Kita harus bekerja sama,” katanya.

Baca juga: Suahasil ungkap lima aspek kunci buat bawa RI jadi negara maju

Baca juga: Menkeu pastikan penerbitan SBN masih sesuai target

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya