Sejak berabad-abad yang lalu, umat Islam telah mengekspresikan kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya melalui berbagai media, dan salah satu yang paling mengakar dalam tradisi Islam adalah syair dan qasidah yang berisikan pujian-pujian dan sanjungan kepada sang Nabi dan keluarganya.
Salah satu contoh yang kemudian menjadi kenangan indah umat Islam dalam hal ini adalah ketika kaum Anshar di Madinah menyambut kedatangan Nabi yang hijrah dengan melantunkan syair;
طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا ## مِنْ ثَنِيَّاتِ الْوَدَاعِ
Artinya “Telah muncul bulan purnama menerangi kita, dari celah-celah bukit Wada”.
Syair ini tidak hanya sebatas lagu penyambutan biasa, tetapi di dalamnya terdapat deklarasi cinta dan kesiapan untuk berkorban dan membantu sang Nabi. Maka tidak heran jika hingga detik ini, syair ini terus dilantunkan dalam berbagai momen, khususnya ketika bertepatan dengan bulan kelahiran Rasulullah alias bulan Maulid.
Nah, tradisi melantunkan syair-syair Islami semacam ini terus dan berkembang di tengah umat Islam dalam beragam bentuk dan bahasa. Sebagian berisi pujian kepada Rasulullah saw, sebagian lainnya mengungkapkan kecintaan kepada keluarganya yang mulia, seperti Sayyidina Ali, Hasan, dan Husain.
Dan di antara syair yang cukup populer belakangan ini, bahkan sering dilantunkan di berbagai majelis shalawat adalah syair yang berisi pujian kepada keluarga Nabi, terkhusus Sayyidina Ali, Sayyidina Hasan, dan Sayyidina Husain. Adapun lirik lagu, transliterasi dan artinya adalah sebagai berikut:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهرًا مِنْ لَبَنْ \\\ لِعَلِيٍّ وَحُسَيْنٍ وَحَسَنْ
كُلُّ مَنْ كَانَ مُحِبًّا لَهُمُ \\\ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ غَيْرِ حَزَنْ
حُبُّ آلِ الْبَيْتِ فَرْضٌ عِنْدَنَا \\\ وَبِهَذَا الْحُبِّ لَا نَخْشَى الْمِحَنْ
Inna fil jannati nahran min laban /// li ‘Aliyyin wa Husainin wa Hasan
Kullu man kāna muhibban lahumu /// yadkhulul jannata min ghairi hazan
Hubbu ālil baiti fardun ‘indanā /// wa bihadzal hubbi lā nakhsyāl mihan
Artinya, “Sesungguhnya di dalam surga ada sungai dari susu /// Yang diperuntukkan bagi Ali, Husain, dan Hasan. Siapa saja yang mencintai mereka /// Maka ia akan masuk ke dalam surga tanpa rasa sedih. Mencintai Ahlul Bait adalah kewajiban bagi kami /// Dan dengan cinta ini, kami tidak takut menghadapi segala ujian.”
Pencipta Lagu “Inna fil Jannati Nahran min Laban”
Secara umum, lagu ini mengajak kita semua untuk mencintai Nabi Muhammad dan keluarganya. Karenanya, tidak heran jika dalam liriknya ditegaskan bahwa mencintai keluarga Nabi bukanlah sesuatu yang merugikan, melainkan sangat menguntungkan karena akan menghindarkan pelakunya dari kesusahan.
Sebagaimana penulis kutip dari laman Arabic Radio, lagu ini merupakan karya dari Sami Yusuf, seorang penyanyi religi Muslim berkebangsaan Inggris keturunan Azerbaijan yang dikenal luas melalui karya-karya Islami bernuansa spiritual dan kemanusiaan. Ia lahir di Teheran, pada tahun 1980 dan tumbuh di London, Inggris.
Sejak kecil, Sami Yusuf telah mempelajari berbagai alat musik, mulai dari piano, biola, hingga alat musik tradisional Timur Tengah. Ketertarikannya pada dunia musik kemudian membawanya belajar di Royal Academy of Music London, salah satu lembaga musik bergengsi di Inggris.
Tidak heran jika pada akhirnya, karya-karyanya dikenal karena kuatnya pesan moral, spiritual, dan kecintaan kepada Islam yang terkandung di dalamnya. Tidak sedikit lagu-lagunya yang kemudian menjadi pengiring majelis-majelis shalawat dan ruang permenungan umat Islam di berbagai belahan dunia.
Makna Lagu “Inna fil Jannati Nahran min Laban”
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, inti dari lagu ini sebenarnya adalah ajakan untuk mencintai keluarga Nabi Muhammad saw atau yang dikenal dengan Ahlul Bait. Karenanya, bait pertama dari lagu ini nama Sayyidina Ali, Hasan, dan Husain sebagai simbol kemuliaan keluarga Nabi. Bahkan terdapat bait yang secara tegas menyatakan bahwa mencintai Ahlul Bait adalah kewajiban, yang dengannya dapat menguatkan hati seseorang dalam menghadapi berbagai ujian.
Mencintai keluarga Nabi sendiri memiliki dalil yang kuat dalam Islam, salah satunya sebagaimana berasal dari sahabat Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda:
أَحِبُّوا اللهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ بِهِ مِنَ النِّعْمَةِ، وَأَحِبُّونِي لِحُبِّ اللهِ، وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي لِحُبِّي
Artinya, “Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang Dia limpahkan kepada kalian. Cintailah aku karena cinta kepada Allah. Dan cintailah keluargaku karena cinta kepadaku.” (HR. At-Thabrani & al-Baihaqi).
Kemudian dalam riwayat lain yang berasal dari sahabat Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw menegaskan bahwa dua cucu tercintanya ini kelak akan menjadi pemimpin para pemuda penghuni surga. Berikut riwayat lengkapnya:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Artinya, “Dari Abu Said, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Hasan dan Husain adalah dua pemimpin para pemuda penghuni surga.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan an-Nasa’i).
Dari beberapa riwayat di atas, tidak mengherankan jika lagu “inna fil jannati nahran min laban” secara khusus menyebut nama Sayyidina Ali, Sayyidina Hasan, dan Sayyidina Husain sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta kepadanya, sekaligus secara umum mengajak umat Islam untuk senantiasa mencintai keluarga Nabi.
Selain itu, lagu ini juga menyebutkan bahwa di dalam surga yang airnya berupa susu, dan hal tersebut memang benar adanya. Dalam Al-Qur’an Allah swt menggambarkan kenikmatan surga sebagai tempat yang di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, salah satunya adalah sungai dari susu yang tidak berubah rasa dan kenikmatannya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفّىً وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ
Artinya, “Di dalam surga ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, sungai-sungai air susu yang rasanya tidak berubah, sungai-sungai khamar yang lezat bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah dan ampunan dari Tuhan mereka.” (QS. Muhammad, [47]: 15).
Demikian uraian singkat tentang lagu “Inna fil Jannati Nahran min Laban”, yang di dalamnya mengandung pesan cinta kepada Rasulullah saw dan keluarganya yang mulia. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.
----
Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.

5 jam yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·