Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyeru Pakistan dan Afghanistan segera menghentikan operasi militer, menyusul deklarasi konflik terbuka antara kedua negara.
"Malaysia menyeru Pakistan dan Afghanistan untuk menahan diri secara maksimal serta segera menghentikan seluruh operasi militer," kata Anwar Ibrahim dalam keterangan di Kuala Lumpur, Jumat.
Anwar menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi permusuhan antara Pakistan dan Afghanistan, yang dalam beberapa hari terakhir telah menyaksikan operasi militer lintas batas serta deklarasi konflik terbuka antara dua negara Muslim yang bertetangga.
"Hilangnya nyawa di kedua belah pihak merupakan sumber duka yang sangat mendalam. Bahwa kekerasan ini terjadi pada bulan Ramadhan menjadikannya semakin memilukan," kata Anwar.
Dia berpandangan kekhawatiran keamanan dari Pakistan harus ditangani. Pada saat yang sama, kedaulatan dan keutuhan wilayah Afghanistan harus dihormati.
Kedua prinsip ini tidaklah bertentangan. Keduanya hanya dapat didamaikan melalui meja perundingan. Kami mendoakan keselamatan seluruh warga sipil yang terjebak dalam konflik ini, serta kebijaksanaan para pemimpin di kedua pihak untuk memilih jalan damai," kata Anwar.
Baca juga: Indonesia dorong penyelesaian damai konflik Afghanistan-Pakistan
Baca juga: Pakistan lancarkan serangan udara ke sejumlah provinsi Afghanistan
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·