REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senator ternama AS dari Partai Republik Lindsey Graham, di Amerika Serikat, telah meninggal dunia. Ia meninggal secara mendadak.
"Ia meninggal pada Sabtu malam setelah sakit singkat dan mendadak," kata direktur komunikasi kantornya dalam sebuah unggahan di X pada Minggu pagi.
Senator Graham dikenal pro-Israel. Senator AS Lindsey Graham pernah mengatakan Arab Saudi dan negara-negara lain akan menghadapi konsekuensi berat jika tidak bergabung dengan 'Abraham Accord' sebagai bagian kesepakatan dari penghentian perang Iran.
“Jika memang sebagai hasil dari negosiasi untuk mengakhiri konflik Iran ini, sekutu Arab dan Muslim kita di kawasan itu setuju untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham, maka kesepakatan ini akan menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah Timur Tengah,” ujarnya.
Perjanjian Abraham adalah serangkaian kesepakatan yang ditengahi di bawah pemerintahan Trump pada tahun 2020. Perjanjian tersebut mengatur normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara yang secara historis bermusuhan dengannya.
Mengakui kesepakatan Abraham, berarti Saudi menormalisasi hubungan dengan Israel yang ditolak sejak lama oleh Riyadh.
Senator Republika itu mengatakan bahwa bergabungnya Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan ke dalam kesepakatan tersebut akan sangat transformatif bagi kawasan dan dunia. Ia menggambarkan usulan itu sebagai langkah brilian dari Presiden AS Donald Trump.
“Sekaranglah saatnya untuk berani demi masa depan Timur Tengah yang baru.”
Jejak Graham

1 minggu yang lalu
7






English (US) ·
Indonesian (ID) ·