Legislator: Jembatan Muna-Buton perkuat konektivitas di Sulawesi

4 jam yang lalu 1
pembangunan Jembatan Muna-Buton dinilai menjadi kebutuhan strategis masyarakat sekaligus kepentingan nasional karena akan membuka akses yang lebih luas

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mendorong percepatan pembangunan Jembatan Pulau Muna-Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara karena diyakini memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menghubungkan sebagian besar kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi.

Ridwan mengatakan pembangunan Jembatan Muna-Buton dinilai menjadi kebutuhan strategis masyarakat sekaligus kepentingan nasional karena akan membuka akses yang lebih luas bagi mobilitas orang, barang dan aktivitas ekonomi di Sulawesi.

"Dengan dibangun jembatan penghubung Buton-Muna, nantinya juga ada jembatan penghubung Muna-daratan Sulawesi," kata Ridwan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut nantinya tidak hanya menghubungkan Pulau Buton dan Pulau Muna, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan konektivitas menuju daratan utama Sulawesi.

Lebih lanjut dia mengatakan apabila jembatan penghubung Buton-Muna dan Muna-daratan Sulawesi terwujud, maka sebanyak 73 dari total 81 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi akan saling terhubung melalui jaringan transportasi darat.

Kondisi itu diyakini mampu memperkuat integrasi wilayah sekaligus mempercepat distribusi barang, jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah di Pulau Sulawesi.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Ridwan menyatakan Komisi V DPR RI terus mendorong pemerintah dan kementerian terkait agar pembangunan jembatan tersebut dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, usulan pembangunan itu telah memperoleh respons positif dari pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum sehingga tahapan berikutnya adalah memastikan tersedianya sumber pendanaan untuk merealisasikan proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

Baca juga: Menteri PU cek lokasi pembangunan Jembatan penghubung Pulau Muna-Buton

"Dan alhamdulillah sudah dapat respon yang bagus, sekarang tinggal sumber dananya saja yang dicari," ucapnya.

Ia mengungkapkan komunikasi mengenai pembangunan Jembatan Muna-Buton juga telah dilakukan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) serta berbagai pihak lainnya guna mencari skema pendanaan yang memungkinkan proyek segera dimulai.

Meski proses penyediaan anggaran membutuhkan waktu dan tahapan yang tidak sederhana, Ridwan berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga pembangunan jembatan bisa direalisasikan secepat mungkin demi meningkatkan konektivitas Sulawesi.

"Kita berharap secepatnya (pembangunan terealisasi, tapi kan kita juga tahu bahwa proses mendapatkan dana tidak segampang itu, ya juga punya proses. Jadi kita tunggu saja," imbuh Ridwan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar mengatakan rencana pembangunan Jembatan Pulau Muna-Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga kini masih berproses melalui berbagai tahapan perencanaan yang sedang disiapkan pemerintah.

Menurut Roy, pemerintah terus mematangkan usulan pembangunan jembatan tersebut, termasuk mengkaji sejumlah alternatif skema pembiayaan agar proyek strategis itu dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Masih berproses. Semua masih berproses usulan. Tahapan beberapa alternatif pembiayaan juga kita usulkan. Ada tadi yang disampaikan Pak Ridwan Bae (Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae) juga kan ada mekanisme loan dan sebagainya, itu juga proses kita lakukan," kata Roy ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (1/7).

Baca juga: BPJN Sultra usul bangun pencegah banjir 745 meter di Konawe Utara

Baca juga: OJK-TPAKD edukasi warga Wakatobi soal investasi cegah pinjol ilegal

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya