REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Perusahaan-perusahaan Tiongkok dilaporkan telah merencanakan penjualan senjata secara diam-diam ke Iran, dengan mengangkut senjata melalui negara lain untuk menyembunyikan asal-usul material tersebut. Demikian menurut laporan New York Times yang mengutip pejabat AS pada hari Rabu,
Menurut laporan tersebut, AS telah mengumpulkan informasi intelijen yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok telah berkomunikasi dengan pejabat Iran mengenai penjualan senjata.
Belum jelas apakah ada senjata yang telah dikirim atau berapa banyak penjualan yang disetujui oleh pejabat Tiongkok. Menurut NYT, pejabat AS yang diberi pengarahan tentang masalah ini berbeda pendapat mengenai detail tersebut.
Para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa setidaknya salah satu negara yang direncanakan China untuk digunakan guna menyembunyikan asal usul pengiriman senjata berada di Afrika.
Menurut laporan tersebut, Iran belum menggunakan senjata buatan China terhadap Israel atau pasukan AS sejak kedua negara tersebut meluncurkan operasi terhadap Teheran.
Para pejabat AS diduga tidak percaya bahwa pemerintah Tiongkok telah secara resmi menyetujui langkah-langkah untuk memasok senjata jadi ke Iran. Tetapi mereka mencatat bahwa tidak mungkin pemerintah China tidak mengetahui tentang komunikasi antara Iran dan perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Tiongkok telah secara signifikan membantu Iran selama perang, memberikan informasi intelijen tentang pasukan AS di wilayah tersebut dan memasok Teheran dengan material dwiguna yang digunakan dalam produksi drone dan rudal.
Pada 10 April, CNN melaporkan intelijen AS yang menunjukkan bahwa Beijing sedang bersiap untuk memasok Iran dengan sistem pertahanan udara portabel (MANPAD), sejenis sistem rudal anti-pesawat.

1 hari yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·