Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Banten, Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta), dan PT. Krakatau Steel dalam peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia (PMI).
"Hari ini kami berempat menandatangani MoU dalam rangka memperkuat ekosistem, baik dalam rangka peningkatan kapasitas pekerja migran maupun dalam konteks pelindungan bagi pekerja migran," kata Mukhtarudin usai penandatanganan MoU di Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis.
Dalam kerja samanya dengan Pemerintah Provinsi Banten, Mukhtarudin mengatakan sinergi dilakukan untuk memperkuat pelindungan bagi pekerja migran dari hulu hingga hilir.
Kemudian, kerja sama dengan PT. Kerkatau Steel (Persero), kerja sama dilakukan dalam rangka menindaklanjuti MoU dengan BUMN dan Kementerian Investasi terkait peningkatan kapasitas pekerja migran sebagai tenaga kerja terampil untuk sektor formal.
"Ini sesuai arahan Bapak Presiden, bahwa kita memperkuat pelindungan dan juga peningkatan kapasitas pekerja migran untuk memasuki dunia global, khususnya untuk skilled worker untuk masuk sektor formal," kata Mukhtarudin.
Sementara, kerja sama dengan IKA Untirta juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran dan sosialisasi edukasi terkait migran aman.
"Jadi, ini kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian alumni perguruan tinggi dan juga adalah operator ataupun stakeholder ataupun sektor riil, yaitu Krakatau Steel," kata Mukhtarudin.
Dia berharap kerja sama tersebut dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan guna meningkatkan kapasitas pekerja migran Indonesia.
Kerja sama tersebut juga dilakukan untuk mendukung implementasi program SMK Go Global yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dengan target 40.000 penempatan pada 2026, 140.000 orang pada 2027 dan 2029, serta 180.000 orang pada 2028.
"Sehingga dari 2026-2029 totalnya kurang lebih 500.000 orang yang kita persiapkan agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan global," katanya.
Dalam pesannya, Gubenur Banten, Andra Soni menyatakan bahwa program peningkatan kapasitas tersebut akan memiliki dampak manfaat yang luar biasa jika dikelola dengan baik.
Dia juga berharap program tersebut dapat mendukung program SMK Go Global untuk penempatan 500 ribu pekerja migran di luar negeri.
Sementara itu, Ketua IKA Untirta Lamhot Sinaga menyampaikan dukungannya terhadap program-program yang diupayakan Kementerian P2MI dan berharap agar kerja sama tersebut dapat mengurangi penempatan pekerja migran secara non-prosedural sehingga mereka terhindar dari kemungkinan ekploitasi saat bekerja di luar negeri.
Adapun, Dirut PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. DR. Akbar Djohan juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan pelatihan dan pembekalan bagi para calon PMI sehingga mereka percaya diri dan berdaya saing saat memasuki pasar tenaga kerja global.
"Semoga pekerja migran kita yang akan keluar negeri jauh lebih memiliki self confidence sehingga bargaining dengan pemerintah asing lainnya juga akan lebih setara," demikian katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·