Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Jadi 68 Orang

56 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 68 orang tewas dalam insiden tabrakan kereta di Spanyol pada Rabu (28/10).

Kepala pemerintahan wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, mengatakan sekitar 80 orang terluka, di mana 50 di antaranya mengalami luka serius dan 15 lainnya kritis. Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan para korban luka telah dilarikan ke beberapa rumah sakit di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Al Jazeera, kecelakaan terjadi pada Rabu pagi di dekat Urda, Provinsi Toledo, yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan ibu kota Madrid dengan Kota Sevilla.

Juru bicara pemerintah daerah Castilla-La Mancha, Esther Padilla, mengatakan dua kereta sedang berada di arah yang sama ketika salah satu kereta menabrak kereta lain yang sedang berhenti. Dua gerbong pun anjlok.

Tabrakan ini melibatkan kereta cepat AVE yang dioperasikan perusahaan kereta api negara Renfe dan kereta api yang dioperasikan perusahaan swasta Iryo.

Padilla mengatakan ada 397 penumpang di kereta Renfe dan 147 penumpang di kereta Iryo. Dua gerbong yang anjlok milik kereta Iryo.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Garcia mengatakan kepada TVE bahwa tim penyelamat fokus menyelamatkan penumpang dari dua gerbong yang paling ringsek.

"Benturannya sangat keras. Kami rasa ini tragedi," kata Garcia.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez telah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari mulai 29-31 Oktober.

"Spanyol sedang berduka. Kita akan menyelidiki sampai tuntas. Jika ada kelalaian, itu akan diungkap, dan jika ada kegagalan sistem, akan ada respons yang tegas," ucap Sanchez.

"Kami tidak bisa menerima dua kecelakaan kereta api di tahun yang sama," tegasnya.

Tabrakan ini terjadi sembilan bulan setelah kereta api berkecepatan tinggi milik operator yang sama kecelakaan di jalur yang sama hingga menewaskan 46 orang.

(blq/dna)

Baca Artikel Selengkapnya