Geger 5 Negara Minta Warga Siap-siap Hadapi Ancaman Perang

51 menit yang lalu 2
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah di sejumlah negara mengeluarkan panduan bagi warganya agar menyiapkan logistik termasuk makanan menyusul situasi terburuk seperti perang.

Beberapa negara di Eropa sudah menyebarluaskan rencana darurat kepada warga mereka, termasuk imbauan untuk menimbun persediaan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara-negara itu menyebut sejumlah kemungkinan seperti perang, serangan siber, cuaca ekstrem, dan wabah penyakit sebagai alasan di balik penyampaian panduan ini.

Berikut daftar negara yang mengeluarkan panduan hingga imbauan agar warganya menghadapi situasi terburuk.

Inggris

Inggris juga sudah meluncurkan kampanye "Be Ready" sejak pekan lalu. Pemerintah mengimbau warga di negara ini untuk menyiapkan persediaan makanan, air, kebutuhan pokok, untuk tiga hari.

Kampanye itu menyusul di tengah kekhawatiran bahwa bencana alam, konflik bersenjata, dan keadaan darurat lain kini kerap terjadi.

Mereka juga menjelaskan secara rinci barang yang harus ada di rumah di masa itu: makanan yang tak mudah rusak untuk kebutuhan tiga hari, sembilan liter air minum kemasan per orang, produk kebersihan dan perlengkapan mandi, pakaian hangat, kantong tidur, selimut, hingga kotak P3K.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting bahkan telah memprediksi perang kemungkinan bisa pecah di Eropa dalam 1.000 hari ke depan atau sekitar hampir tiga tahun lagi.

Dalam tulisannya di The Telegraph pada Sabtu (24/10), Streeting menyebut bahwa musuh-musuh Inggris bakal bersiap untuk menyerang Inggris pada 2030.

Dengan demikian, Inggris dan aliansi negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hanya memiliki waktu tiga tahun untuk melakukan persiapan.

"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Hal yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melancarkan serangan. Hal ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan meraih kemenangan," tulisnya di The Telegraph, dikutip dari Anadolu Agency.

Baca di halaman berikutnya >>>

Daftar 5 Negara Minta Warga Siap-siap Hadapi Ancaman 'Perang'

Inggris memprediksi perang pecah di Eropa dalam 1.000 hari, meminta warga mulai pasok kebutuhan darurat. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Jerman

Pemerintah Jerman menyarankan warga untuk menyimpan persediaan darurat yang cukup untuk kebutuhan selama 10 hari termasuk dua liter cairan per orang setiap hari.

"Selain skenario perang, terdapat pula berbagai krisis di masa damai yang bisa memicu kekurangan pangan dan hambatan dalam rantai pasokan," demikian rilis pernyataan resmi Jerman.

"Contohnya termasuk wabah penyakit pada hewan atau kecelakaan serius ke instalasi teknis berskala besar," imbuh mereka.

Swedia

Swedia juga mewanti-wanti warganya soal potensi konflik pecah di wilayah mereka.

"Perang sedang berlangsung di sudut dunia kita, dan situasi keamanan saat ini merupakan yang paling serius sejak Perang Dunia Kedua," demikian pernyataan Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia.

"Ancaman teroris, serangan siber, dan penyebaran informasi yang menyesatkan digunakan untuk mencelakai serta mempengaruhi kita. Serangan bersenjata terhadap Swedia tak bisa dikesampingkan," lanjut mereka.

Prancis

Prancis juga punya panduan untuk kondisi darurat. Mereka menyebut 72 jam pertama sebagai "periode penentu."

Dalam pedoman itu, pemerintah mengajukan warga menyediakan kebutuhan pokok seperti makanan, air, obat-obatan, dan uang tunai.

Mereka juga merekomendasikan warga mengisi tas siaga dengan fotokopi dokumen, kunci rumah dan mobil cadangan, dan bahkan permainan untuk mengisi waktu.

Strategi ini menekankan perlunya solidaritas dan menyerukan kepada masyarakat untuk tetap berkomunikasi erat dengan orang-orang terkasih, menolak rumor dan disinformasi, serta mempertimbangkan untuk menjadi sukarelawan sebagai anggota cadangan atau bergabung dengan organisasi perlindungan sipil, demikian dikutip situs portal web AOL.

Jepang

Pemerintah Jepang juga merekomendasikan warga negaranya untuk menyediakan makanan hingga air minum menyusul kekhawatiran soal bencana alam.

Bencana itu mencakup gempa Lembah Laut Nankai, gempa bumi tepat di bawah ibu kota, gempa bumi dahsyat di dekat Palung Jishima dan Palung Jepang, serta letusan Gunung Fuji.

Imbauan itu disampaikan karena jika jalan dan jaringan komunikasi terputus akibat bencana berskala besar, kedatangan petugas penyelamat dan bantuan logistik dapat tertunda.

Dalam tayangan media televisi Jepang, Fuji TV, Menteri Pencegahan Bencana Hosono Goshi meminta warga untuk menyediakan logistik untuk beberapa hari.

"Mohon persiapkan setidaknya tiga hari, dan kalau bisa, seminggu," kata Goshi, dikutip Maeil Business.

"Mohon siapkan makanan, air, toilet portable, sehingga Anda bisa tinggal di rumah meski tanpa dukungan pemerintah," lanjut mereka.

Baca Artikel Selengkapnya