Kisah Ulama Berjuang dan Mengawal Bangsa

1 jam yang lalu 1

Momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) kerap mengingatkan kepada penulis, pada sebuah buku yang lama terselip di rak. Sampulnya berwarna biru muda, bergambar foto para ulama Nusantara dari masa ke masa. Judulnya: Kisah Ulama Berjuang dan Mengawal Bangsa Untuk Membangun Tradisi Islam Nusantara


Buku yang diterbitkan Pustaka Compass dan NU Online pada tahun 2015 tersebut, memang tak menyebutkan nama penulisnya. Hanya tertera nama editor, yakni Alm. A Khoirul Anam, yang saat itu menjadi salah satu redaktur di NU Online.


Untuk nama-nama penulis, kita bisa membacanya pada halaman akhir, dengan mencantumkan inisial berikut nama lengkap sang penulis. Beberapa nama terdengar familiar seperti AS untuk Agus Sunyoto, BA (H A Baidhowi Adnan), GS (A Ginandjar Sya'ban), HS (Hairus Salim), HSI (Hamzah Sahal), MDZ (Abdul Mun'im DZ), SA (Syaifullah Amin), UR (Usep Romli), dan lain sebagainya. Nama penulis juga ikut dicantumkan dengan inisial AN.


Buku ini berisi kumpulan dari sejumlah artikel yang pernah ditulis oleh para penulis tersebut di NU Online, terutama di kanal Fragmen dan Tokoh. Tema utamanya yakni tentang kisah serta peran para ulama ataupun kaum santri dalam berjuang dan membangun bangsa Indonesia.


Dalam pengantarnya, editor buku menjelaskan bila buku ini merupakan bagian pertama dari tiga seri yang akan diterbitkan. Artikel yang terkumpul dan terseleksi tidak disusun berdasarkan waktu terjadinya peristiwa, juga tidak berdasarkan tanggal dimuat. Tetapi disusun dengan menggunakan subtema, yang dicantumkan dalam daftar isi, untuk memudahkan para pembaca.


Subtema pertama yakni merintis tradisi, berisikan artikel biografi singkat para ulama terdahulu, seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, Syekh Arsyad Al-Banjari, Syekh Ahmad Khatib Sambas, Syekh Nawawi Al-Bantani, dan KH Saleh Darat. Para tokoh ulama ini, dianggap menjadi guru para ulama di Nusantara pada generasi akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.


Tidak hanya di Nusantara, pemikiran mereka bahkan berpengaruh dalam konteks global. Sebut saja, Syekh Nawawi Al-Bantani yang menjadi guru besar di Masjidi Haram dan melahirkan banyak karya di berbagai bidang keilmuan.


Kemudian, pada subjudul kedua, berisikan gabungan antara artikel biografi tokoh dengan berbagai peristiwa bersejarah yang melibatkan kaum santri. Seperti seruan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang kemudian menjadi inspirasi lahirnya peringatan Hari Santri Nasional.


Seperti yang kita tahu, banyak dari kaum santri yang terlibat langsung dalam perjuangan membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka tergabung dalam Barisan Kiai, Hizbullah, Sabilillah, juga TKR.


Bahkan, banyak dari kalangan santri yang menjadi pemimpin atau panglima perang. Seperti KH Zainul Arifin yang menjadi Panglima Laskar Hizbullah dan KH Masykur yang memimpin Barisan Sabilillah. Kemudian KH Anwar Musaddad yang memimpin Hizbullah di Jawa Barat, dan lain sebagainya.


Selain berjuang secara fisik dalam peperangan, para kiai dan santri tentu juga berperan besar dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Perjuangan yang dilakukan, terkadang mesti dibarengi dengan upaya yang gigih.


Seperti yang dicontohkan oleh AGH Abdurrahman Ambo Dalle dari Kabupaten Wajo, yang rela untuk mengayuh sepeda sejauh 70 km untuk berdakwah. Selama bertahun-tahun, ia mengayuh sepeda pergi pulang dari Mangkoso ke Pare-Pare.


Kemudian dua sub-judul terakhir yakni, Menjaga Aswaja dan Mengawal Bangsa. Berisikan nama-nama tokoh ulama seperti KH Bisri Syansuri, KH MA Sahal Mahfudh, Syekh Sulaiman Ar--Rasuli Al-Minangkabawi, dan lain-lain.


Kemudian juga tokoh ulama yang menjadi tokoh NU lainnya seperti KH A Wahid Hasyim, KH Hasan Gipo, KH Munasir Ali, KH Abdullah Ubaid, KH Muhammad Dahlan, dan lainnya yang ditulis dengan judul yang menarik.


Buku yang memuat kumpulan artikel kisah dan peran para tokoh dari kalangan pesantren ini, tentu tetap menarik untuk dibaca untuk siapa saja dan kapan saja. Sebagai inspirasi dan teladan, bagi generasi kini dan mendatang, buku ini kiranya masih relevan untuk menjadi bahan bacaan penting.


Selain itu, tulisan dalam buku ini juga renyah untuk dibaca sehingga bagi pembaca yang awam terkait sejarah pun, bisa dibuat lebih mudah untuk memahami alur berbagai peristiwa yang dituliskan. Buku ini juga cocok untuk dijadikan referensi para peneliti sejarah, terutama dalam konteks pesantren dan NU.


Identitas Buku 
Judul buku: Kisah Ulama Berjuang dan Mengawal Bangsa Untuk Membangun Tradisi Islam Nusantara
Editor: A Khoirul Anam
Penerbit: Pustaka Compass dan NU Online
Terbit: Juli 2015 (Cetakan pertama)
Tebal: 285 halaman
Peresensi: Ajie Najmuddin, Penggerak Komunitas Ulik Arsip
 

Baca Artikel Selengkapnya