Khutbah Jumat: Pola Makan Sehat untuk Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Ibadah

3 jam yang lalu 1

Islam sangat menganjurkan hambanya untuk selalu menjaga kesehatan. Di antara bentuk menjaga kesehatan tersebut ialah dengan menjaga pola makan yang sehat. Khutbah Jumat kali ini mengajak kepada jamaah untuk menjaga pola makan yang baik dan sehat agar bisa terus fit dalam menjalankan ibadah.

Teks khutbah Jumat berikut berjudul “Khutbah Jumat: Pola Makan Sehat untuk Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Ibadah”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ. الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِسْلَامِ، وَأَحَلَّ لَنَا الطَّيِّبَاتِ، وَحَرَّمَ عَلَيْنَا الْخَبَائِثَ، وَجَعَلَ الْإِعْتِدَالَ مَنْهَجًا فِيْ جَمِيْعِ شُؤُوْنِ الْحَيَاةِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يَا بَنِيْ أَدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam yang tak henti-hentinya mencurahkan rahmat-Nya kepada kita. Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamin ya rabbal alamin

Selanjutnya, khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan di antara bentuk ketakwaan kepada Allah ialah dengan cara menjaga kesehatan tubuh.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,


Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam menjaga kesehatan. Salah satu bentuk ikhtiar menjaga kesehatan yang sangat dianjurkan adalah menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.


Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 31:

يَا بَنِيْ أَدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ


Artinya: “Wahai anak cucu Adam, Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (Qs. Al-A’raf: 31).


Ayat yang mulia ini mengandung pesan yang sangat penting tentang gaya hidup sehat. Allah tidak hanya memerintahkan manusia untuk tampil rapi dan menjaga penampilan, tetapi juga mengarahkan agar makan dan minum dilakukan secara wajar, tanpa berlebihan. Larangan berlebih-lebihan bukan sekadar persoalan adab, melainkan juga merupakan tuntunan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pakaian yang bersih dan baik mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan diri, sedangkan pola makan yang seimbang menjadi kunci dalam menjaga kesehatan jasmani. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kesehatan umatnya. Seorang muslim dituntut untuk menjaga tubuhnya sebagai amanah dari Allah Swt.


Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Anjuran ini sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam artikelnya tentang Pola Makan yang Sehat, dijelaskan bahwa menjaga pola makan yang baik sangat penting karena makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh langsung terhadap kondisi dan fungsi tubuh.

Pola makan sehat adalah upaya mengatur jenis, jumlah, dan jadwal konsumsi makanan agar kebutuhan gizi terpenuhi, kesehatan tetap terjaga, status nutrisi optimal, serta mampu mencegah maupun membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.

Berdasarkan rekomendasi para ahli gizi, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap kali makan, usahakan memenuhi lima kelompok pangan, yaitu makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, buah-buahan, dan air minum yang cukup. Kombinasi ini membantu tubuh memperoleh zat gizi yang dibutuhkan secara optimal.

Kedua, membatasi konsumsi gula, garam, dan minyak. Konsumsi minyak yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Gula yang berlebihan dapat memicu obesitas, diabetes melitus tipe 2, serta penyakit kardiovaskular. Sementara itu, konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko stroke.

Ketiga, membiasakan sarapan pagi. Sarapan yang bergizi memberikan energi yang dibutuhkan tubuh sehingga kita lebih siap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan semangat, fokus, dan produktif.

Keempat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sedikitnya delapan gelas setiap hari. Kebutuhan cairan yang terpenuhi akan membantu menjaga fungsi organ tubuh, melancarkan metabolisme, dan mencegah dehidrasi.


Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,


Lebih jauh, praktik menjaga pola makan yang sehat juga dipraktikkan langsung oleh Rasulullah Saw. Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah saw menjelaskan bahwa perut manusia hendaknya dibagi ke dalam tiga bagian dalam mengatur pola makan dan minum. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga yang lain untuk udara.

Berikut redaksi haditsnya:

مَا مَلَأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ أَكَلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ فَاعِلًا لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسَهِ

Artinya: “Tidak ada wadah yang penuh dan lebih buruk dari perut manusia. Cukuplah untuk memakan makanan yang dapat memberikan energi bagi tubuh, jika manusia melakukannya maka tidaklah mengapa. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk udara”. (HR. Ahmad)


Dari hadits di atas, dapat dipahami bahwa Rasulullah Saw mengajak kita untuk menjaga pola makan yang baik agar kesehatan tetap terjaga dan kondisi tubuh tetap fit. Sebab hanya tubuh yang sehatlah yang dapat digunakan untuk beribadah kepada Allah Swt secara maksimal.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Fiqh al-Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa menjaga pola makan yang baik dan sehat merupakan bagian dari upaya menjaga kemampuan tubuh agar tetap kuat dalam melaksanakan berbagai kewajiban syariat, seperti shalat, puasa, haji, serta ibadah-ibadah lainnya yang memerlukan kondisi fisik yang prima. Dengan kata lain, menjaga kesehatan bukan sekadar urusan dunia, melainkan juga sarana untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah Swt.

Namun demikian, menjaga pola makan yang sehat bukan berarti mengonsumsi makanan sebanyak-banyaknya. Islam mengajarkan keseimbangan dan melarang sikap berlebihan, karena apa pun yang melampaui batas akan mendatangkan mudarat bagi tubuh.

Dalam kitab tersebut, Syekh Wahbah az-Zuhaili berkata:

وَمَا عَدَا قَدْرَ الضَّرُورَةِ يُبَاحُ تَنَاوُلُهُ مَا لَمْ يَصِلْ إِلَى قَدْرِ الْإِسْرَافِ، فَالْإِسْرَافُ فِي الْأَكْلِ وَالشَّرَبِ فَوْقَ الطَّاقَةِ الْجِسْمِيَّةِ ضَرَرٌ وَخَطَرٌ وَحَرَامٌ، وَالِاعْتِدَالُ مَطْلُوبٌ.

Artinya: "Makan dan minum melebihi kadar kebutuhan masih diperbolehkan selama tidak sampai pada tingkat berlebihan (israf). Sebab, berlebihan dalam makan dan minum hingga melampaui kemampuan tubuh akan mendatangkan bahaya dan risiko, bahkan hukumnya haram. Oleh karena itu, sikap yang seimbang dan moderat sangat dianjurkan."

Keterangan ini semakin menegaskan bahwa Islam mengajarkan prinsip wasathiyah (jalan tengah) dalam segala hal, termasuk dalam urusan makan dan minum. Tubuh memiliki batas kemampuan yang harus dijaga. Ketika seseorang terbiasa makan secara berlebihan, bukan kesehatan yang diperoleh, melainkan berbagai penyakit yang mengancam, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.


Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Demikian khutbah Jumat yang khatib sampaikan. Mari kita jaga kondisi tubuh kita tetap fit dan sehat sebagaimana anjuran Rasulullah Saw dengan menjaga pola hidup sehat dan pola makan yang bergizi dan sehat. Sebab dengan menjaga tubuh dalam keadaan sehat, pekerjaan dan ibadah lainnya dapat dilakukan dengan baik dan maksimal.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ
بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ


-------------
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu

Baca Artikel Selengkapnya