Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah

2 jam yang lalu 2

Kesehatan merupakan nikmat yang sangat berharga sekaligus amanah dari Allah Swt. Sayangnya, di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup yang serba praktis, banyak orang justru semakin kurang bergerak dan berolahraga sehingga rentan terserang berbagai penyakit.


Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah’. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!


Khutbah I

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِيْهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ


قَالَ اللهُ تَعَالَى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُم ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمً. وَقَالَ أَيْضًا: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,


Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang telah Dia karuniakan. Sebab, syukur yang sejati tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dibuktikan melalui ketaatan dan kesungguhan dalam menjalankan perintah-Nya.

Di antara bentuk syukur tersebut adalah menjaga setiap amanah yang Allah titipkan kepada kita, termasuk tubuh dan nikmat kesehatan. Kesehatan merupakan karunia yang sangat berharga, namun sering kali baru disadari nilainya ketika tubuh mulai lemah atau penyakit menghalangi kita untuk beribadah dan beraktivitas.

Karena itulah, Islam tidak hanya memerintahkan umatnya untuk memperkuat ibadah spiritual, tetapi juga menganjurkan agar menjaga kesehatan jasmani. Tubuh yang sehat merupakan sarana untuk beribadah dengan lebih baik, bekerja dengan lebih optimal, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi sesama.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar merupakan amanah yang harus dipelihara. Sebab, dengan tubuh yang sehat kita dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, mencari nafkah yang halal, menuntut ilmu, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi sesama.

Oleh karena itu, Islam menganjurkan setiap muslim untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup yang baik, seperti mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menjaga kebersihan. Allah Swt. berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


Artinya; Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah: 195)

Ayat ini memang turun dalam konteks infak dan jihad. Namun, para ulama, di antaranya Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir, menjelaskan bahwa larangan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan juga mengandung makna pentingnya mempersiapkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Dalam konteks jihad, kesiapan ilmu, strategi, persenjataan, dan kekuatan fisik merupakan faktor penting untuk meraih kemenangan.

Dalam kehidupan yang damai seperti sekarang, pesan ayat ini dapat dipahami sebagai anjuran untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tubuh yang sehat menjadi bekal agar kita mampu beribadah dengan khusyuk, bekerja secara profesional, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, serta menjalankan berbagai amanah kehidupan secara optimal.

Untuk itu, menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar seorang muslim dalam memaksimalkan pengabdian kepada Allah Swt. dan memberikan manfaat bagi sesama.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Islam memandang tubuh sebagai amanah yang harus dijaga. Karena itu, seorang muslim tidak boleh mengabaikan kesehatannya, baik karena kesibukan bekerja maupun karena alasan lainnya. Sebab, tubuh yang sehat merupakan sarana untuk menjalankan berbagai kewajiban dengan lebih baik.

Dengan tubuh yang sehat, seseorang akan lebih kuat dalam beribadah, lebih bersemangat menuntut ilmu, lebih produktif mencari nafkah yang halal, serta lebih siap membantu orang lain. Oleh karena itu, Rasulullah saw. bersabda:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (Beirut: Dar al-Kitab al-’Arabi), juz 8 hal. 216 menjelaskan bahwa seorang mukmin yang memiliki kekuatan fisik akan lebih mampu melaksanakan berbagai bentuk ketaatan, seperti berjihad, menolong orang lain, amr ma’ruf nahi munkar, serta lebih bersemangat dalam ibadah dibandingkan orang yang lemah.


Artinya, kekuatan yang dimaksud dalam hadis ini mencakup kekuatan iman, kekuatan tekad, dan juga kekuatan fisik yang digunakan untuk menaati Allah. Cakupan yang luas ini menandakan bagaimana Islam melalui Nabi Muhammad mengajak agar seorang mukmin memiliki tubuh yang sehat agar dapat beraktivitas dan beribadah dengan leluasa dan semangat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Riwayat-riwayat seperti itu bila kita memahami secara substansi dan misinya (maqashidi) maka Nabi sedang menganjurkan kepada umatnya agar rutin berolahraga demi mempunyai tubuh yang sehat.​​​​​​​ Olahraga merupakan salah satu ikhtiar menjaga kesehatan yang sejalan dengan ajaran Islam.

Semangat ini juga ditegaskan dalam firman Allah Swt. dalam surat Al-Anfal ayat 6:

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ

Artinya; Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda.


Meskipun ayat ini berbicara tentang kesiapan menghadapi musuh, para ulama menjelaskan bahwa perintah mempersiapkan kekuatan mencakup segala bentuk kemampuan yang diperlukan umat Islam. Salah satunya adalah menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, sebab tubuh yang kuat menjadi modal penting untuk beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan memberikan manfaat kepada sesama.

Jika dipahami dari tujuan syariat (maqāṣid asy-syarī‘ah), anjuran Rasulullah saw. tentang aktivitas fisik tidak terbatas pada jenis olahraga tertentu. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan melalui aktivitas yang bermanfaat. Karena itu, berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, senam, maupun olahraga lainnya termasuk ikhtiar yang dianjurkan selama membawa kemaslahatan.
 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pesan ini semakin penting pada masa sekarang. Kemajuan teknologi membuat banyak orang lebih banyak duduk dan kurang bergerak sehingga risiko berbagai penyakit semakin meningkat. Oleh sebab itu, marilah kita membiasakan diri berolahraga sesuai kemampuan. Bahkan, berjalan kaki menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga bernilai ibadah.

Namun, olahraga hendaknya dilakukan dengan niat menjaga amanah kesehatan yang Allah titipkan kepada kita. Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan kewajiban, mengabaikan adab dan aurat, atau menjadi ajang kesombongan dan permusuhan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Tubuh yang sehat adalah sarana untuk beribadah dan beramal saleh. Dengan tubuh yang kuat, kita akan lebih mudah melaksanakan ibadah, mencari nafkah yang halal, menuntut ilmu, dan memberi manfaat kepada sesama. Semoga Allah Swt. senantiasa menganugerahkan kepada kita kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk menggunakan setiap nikmat itu dalam ketaatan kepada-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

 بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰

اَمَّابَعْدُ: فَيَاعِبَادَ ﷲ... اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ. إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ  اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

------------
M. Syarofuddin Firdaus, Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat
 

Baca Artikel Selengkapnya