Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok Hamas Palestina mengumumkan bahwa mereka telah memilih Khalil Al Hayya sebagai Kepala Biro Politik baru, menggantikan Yahya Sinwar.
Hamas pada Senin (20/7) mengatakan mereka memilih Khalil Al Hayya, yang sebelumnya bertanggung jawab sebagai negosiator utama mereka dalam pembicaraan gencatan senjata tidak langsung dengan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan pemilihan saudara mujahid Khalil Al Hayya sebagai kepala biro politik gerakan tersebut, menggantikan pemimpin yang gugur, Yahya Al Sinwar," demikian pernyataan Hamas, seperti dikutip AFP.
Yahya Sinwar, yang dituduh Israel sebagai salah satu "arsitek utama" serangan 7 Oktober 2023, tewas dibunuh pasukan Israel setahun kemudian di gaza.
Sejak kematiannya, Hamas dipimpin oleh dewan kepemimpinan yang dikepalai oleh pejabat senior lama Mohammed Darwish.
Khalil Al Hayya, lahir pada tahun 1960. Dia selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel di Doha tahun lalu, meski salah satu putranya tewas dalam serangan tersebut.
Dia akan melanjutkan kepemimpinan Hamas sampai 2027, hingga pemilihan baru digelar.
Berdasarkan kerangka kerja tahun 2021, dua posisi kepemimpinan tertinggi harus mencakup perwakilan dari wilayah Gaza dan dua lainnya adalah Tepi Barat dan diaspora.
Al Hayya adalah perwakilan dari Gaza. Ke depan, pemimpin berikutnya akan menghadapi tugas berat mengelola rekonstruksi pasca-perang dan hubungan dengan faksi-faksi Palestina lainnya, seperti Fattah.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

14 jam yang lalu
10







English (US) ·
Indonesian (ID) ·