Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 sebagai “zona baru” untuk membawa Indonesia keluar dari pertumbuhan 5 persen dan menuju target 8 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun menanggapi target pertumbuhan ekonomi pada 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat.
“Tahun 2027 kita ditargetkan keluar dari zona pertumbuhan 5 persen, 6 persen ini adalah zona baru pertumbuhan ekonomi kita untuk menuju ke 8 persen yang seperti ditargetkan dalam visi-misi Bapak Presiden,” katanya.
Menurut Misbakhun, target pertumbuhan 6 persen tersebut juga memberikan sinyal optimisme yang kuat kepada pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia pada 2027.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras dan konsolidasi seluruh pemangku kepentingan. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan fiskal, tetapi membutuhkan sinergi dengan kebijakan moneter dan sektor riil.
Bauran kebijakan tersebut, lanjutnya, diperlukan untuk memastikan likuiditas tersedia di pasar, mendorong pertumbuhan sektor riil, serta meningkatkan ekspansi kredit perbankan.
Baca juga: Anggota DPR RI: Proyek Giant Sea Wall jaga keselamatan di Pantura
Baca juga: Anggota DPR RI: RAPBN 2027 upaya Presiden RI lakukan transformasi
“Dorongan ke pertumbuhan, bagaimana likuiditas di pasar bisa tersedia, kemudian sektor riil bisa tumbuh, dan kemudian terjadi ekspansi kredit di perbankan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti tantangan menjaga keseimbangan antara target pertumbuhan yang tinggi dan disiplin fiskal. Pemerintah, menurutnya, mematok defisit sekitar 2,4 persen atau di bawah Rp671,2 triliun.
Karena itu, lanjutnya, target pertumbuhan 6 persen dinilai sebagai pesan kuat kepada pasar untuk membangun optimisme secara bersama-sama. Namun, optimisme tersebut harus diikuti dengan realisasi program yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian.
“Tentunya target ini adalah sebuah pesan yang kuat kepada pasar untuk sama-sama kita optimistis, membangun optimisme secara bersama-sama. Dan ini butuh kerja keras dan konsolidasi,” kata dia.
Adapun Presiden Prabowo dalam pidatonya mengumumkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 dapat mencapai 6 persen secara tahunan (year on year/yoy), sebagaimana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.
Presiden mengatakan target pertumbuhan ini lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.
Sedangkan defisit dalam (RAPBN) tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Baca juga: Anggota DPR: Rencana lokasi PFII selaras dengan bisnis keuangan global
Baca juga: Komisi VI DPR RI siap mendukung Danantara Development Management Fund
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·