Kemenhut pacu kredit biodiversitas jadi inovasi pembiayaan konservasi

1 jam yang lalu 1
Melalui biodiversity credits, hasil positif dari upaya konservasi dapat diukur dan kemudian menjadi dasar untuk membuka sumber pembiayaan.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong kredit biodiversitas (biodiversity credits) sebagai salah satu inovasi pembiayaan dalam pengelolaan taman nasional untuk memperkuat upaya konservasi dan memastikan kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan biodiversity credits membuka peluang bagi hasil nyata dari upaya konservasi untuk menjadi bagian dari sumber pembiayaan berkelanjutan.

“Melalui biodiversity credits, hasil positif dari upaya konservasi dapat diukur dan kemudian menjadi dasar untuk membuka sumber pembiayaan,” kata Wamenhut.

Menurut Rohmat, biodiversity credits memiliki peluang untuk mempertemukan upaya pelestarian alam dengan sumber pembiayaan baru, termasuk dari sektor swasta yang ingin berkontribusi terhadap hasil konservasi yang terukur.

“Ini memberikan peluang bagi lebih banyak pihak untuk ikut berinvestasi dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional, telah menetapkan 13 taman nasional dan dua lanskap konservasi spesies ikonis sebagai lokasi percontohan pembiayaan taman nasional nantinya.

Wamenhut menegaskan bahwa pengembangan biodiversity credits perlu dibangun dengan tata kelola dan landasan hukum yang kuat.

Kemenhut juga tengah menyiapkan kerangka regulasi yang mengatur pemanfaatan keanekaragaman hayati, prosedur perizinan, pemilihan lokasi, serta struktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Ia menambahkan, biodiversity credits bukan merupakan satu-satunya sumber pembiayaan konservasi.

Instrumen ini akan menjadi bagian dari portofolio pembiayaan yang lebih luas, bersama pembiayaan publik, pembiayaan karbon, filantropi, investasi swasta yang bertanggung jawab, pariwisata berkelanjutan, dan usaha berbasis alam.

Biodiversity credits juga bukan semata-mata aset finansial, tetapi merupakan instrumen penting modal alam (natural capital) untuk memastikan investasi kembali yang berintegritas tinggi dan berkelanjutan dalam jangka panjang bagi hutan hujan tropis Indonesia dan masyarakat yang berperan sebagai penjaga alam,” ujar Rohmat.

Selain itu, ia juga memastikan pengembangan biodiversity credits dilakukan secara terukur, transparan, dan berintegritas dengan tetap mengedepankan kepentingan konservasi.

Baca juga: Menhut: Indonesia siap jadi pemimpin solusi iklim berbasis hutan

Baca juga: Menhut: BLU dorong model pendanaan inovatif pengelolaan konservasi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya