Jakarta, NU Online
Sebanyak 360 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Mereka akan bertugas selama 70 hari untuk melayani jamaah haji yang dijadwalkan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta para petugas PPIH tidak melakukan flexing atau pamer aktivitas di media sosial selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
Ia menegaskan, petugas harus memprioritaskan pelayanan kepada jemaah, terutama jamaah risiko tinggi (risti) yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.
“Saya berharap teman-teman petugas fokus pada tugasnya untuk mendampingi dan menjaga jemaah. Tidak perlu flexing atau pamer kegiatan,” ujar Dahnil kepada wartawan usai melepas keberangkatan PPIH gelombang pertama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).
Meski demikian, Dahnil mendorong petugas tetap memanfaatkan media sosial untuk kepentingan edukasi dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi keluarga jemaah di Tanah Air.
“Untuk syiar, kami mendorong petugas mengabarkan hal-hal baik, mengedukasi, dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan jamaah serta keluarganya,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan media sosial secara bijak justru dapat membantu memastikan informasi penting sampai kepada jamaah dan keluarga secara tepat.
Wamenhaj juga mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, amanah besar dari masyarakat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jamaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istitha’ah, yang berjuang dan berikhtiar agar bisa berhaji,” pungkasnya.

1 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·