Kemenhaj Bentuk Task Force Lintas Kementerian untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji

6 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia membentuk task force lintas kementerian bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan PT Garuda Indonesia (Persero) guna mengoptimalkan penyelenggaraan penerbangan haji sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.


Pembentukan task force tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027.


Kesepakatan pembentukan tim itu dihasilkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Glenny H. Kairupan.


Dahnil menjelaskan bahwa pemerintah ingin menjadikan penyelenggaraan haji dan umrah tidak hanya sebagai layanan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pariwisata, logistik, hingga industri penerbangan.


“Presiden memberikan arahan agar penyelenggaraan haji memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi bangsa. Karena itu, kami membangun kolaborasi lintas kementerian dan BUMN agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan,” ujar Dahnil.


Menurutnya, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dari penyelenggaraan haji dan umrah. Setiap tahun, jutaan warga Indonesia melakukan perjalanan ke Arab Saudi sehingga diperlukan strategi yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih seimbang bagi Indonesia.


Dahnil menegaskan bahwa Presiden mendorong agar aktivitas haji dan umrah tidak hanya menghasilkan arus keluar devisa, tetapi juga mampu menciptakan arus masuk devisa yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.


“Presiden mendorong agar aktivitas tersebut tidak hanya menghasilkan cash outflow, tetapi juga mampu menciptakan cash inflow yang memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” katanya.


Salah satu agenda yang akan dibahas task force adalah optimalisasi penerbangan haji, termasuk pemanfaatan kapasitas penerbangan yang selama ini belum dimaksimalkan. Selain itu, tim juga akan menyusun berbagai langkah teknis dan skema operasional yang mendukung penguatan ekosistem ekonomi haji secara berkelanjutan.


Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan kesiapan kementeriannya untuk memperluas promosi destinasi wisata Indonesia di pasar Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah.


“Potensi wisatawan Timur Tengah sangat besar. Kami siap memperkuat promosi dan pemasaran agar lebih banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Artikel Selengkapnya