Kemenag Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit

2 jam yang lalu 8

Tangerang Selatan, NU Online

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama Ruchman Basori menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris, kemampuan akademik, serta daya tahan mental bagi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang akan melanjutkan studi ke luar negeri.


Hal itu disampaikan Ruchman dalam Pembukaan Nasional Language and Academic Preparation Program (LAPP) 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar, para pimpinan enam UIN penyelenggara LAPP, serta pimpinan satuan kerja terkait.


Mengawali pesannya, Ruchman mengutip ungkapan Arab yang masyhur, “Ala la tanalul ilma illa bisittatin,” yang mengingatkan bahwa ilmu membutuhkan kesungguhan dan proses panjang. Ia menegaskan bahwa persiapan bahasa menjadi bagian yang sangat menentukan bagi peserta yang menargetkan perguruan tinggi luar negeri.


“Soal bahasa Inggris tidak bisa ditawar. Target kita hanya sedikit di bawah LPDP Kementerian Keuangan. Karena itu, selama masa persiapan ini kemampuan bahasa dan akademik harus benar-benar ditingkatkan,” kata Ruchman.


Menurutnya, LAPP tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan skor bahasa, tetapi juga mempersiapkan peserta menghadapi lingkungan akademik dan sosial di negara tujuan.


“Program ini juga diharapkan membekali peserta dengan budaya lingkungan dan budaya lokal dari para tutor. Bukan hanya bahasanya, tetapi juga bagaimana peserta nanti mampu beradaptasi,” ujarnya.


Ruchman juga meminta peserta memanfaatkan masa pelatihan untuk membangun ketangguhan pribadi. “Selama tiga bulan ini, daya juang, daya tahan, dan resiliensi juga harus disiapkan. Ini latihan agar terbiasa hidup di lingkungan luar negeri, agar menjadi pemenang kehidupan,” tegasnya.


Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan LAPP sebagai jalan untuk memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan. “Kegiatan ini diharapkan bisa mengantarkan peserta mendapatkan LoA. Karena itu, kesempatan selama tiga bulan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.


LAPP 2026 diselenggarakan di enam perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makassar, dan UIN Raden Fatah Palembang. Program berlangsung pada 13 September hingga 10 Desember 2026 dengan fokus penguatan kemampuan bahasa asing dan kompetensi akademik calon penerima beasiswa tujuan luar negeri.


Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menilai program tersebut memiliki posisi strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Kementerian Agama pada masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya investasi pendidikan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.


“Program ini dapat menjadi program yang mengkader generasi masa depan di Kementerian Agama,” kata Asep.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin berharap para penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri nantinya dapat membawa perubahan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).


“Kita berharap PTKI dapat bertransformasi dengan hadirnya generasi yang studi di luar negeri. Mereka diharapkan dapat menjadi game changer,” ujar Kamaruddin.

Baca Artikel Selengkapnya