Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu

1 jam yang lalu 4

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara Global South memperkuat persatuan untuk menciptakan tata kelola dunia yang lebih adil dan inklusif. Menurut Prabowo, kekuatan negara-negara berkembang perlu diterjemahkan menjadi kerja sama konkret melalui BRICS.


Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance wnd Strengthening Multirateralism” dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo membawa tiga pesan utama dalam forum tersebut. Ketiganya adalah pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS dan tata kelola global yang lebih adil. 


Teddy menyebut, Indonesia hadir di BRICS dengan visi memperkuat tata kelola global yang inklusif sekaligus menyatukan suara negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depan mereka.


Prabowo menempatkan kemandirian nasional sebagai fondasi pertama. Ia menilai kemampuan sebuah negara untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri bergantung pada kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. 


“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy, dikutip dari Biro Sekretariat Presiden, Senin (14/9/2026).


Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan, menurut Prabowo, bukan semata persoalan domestik. Ketiganya juga menjadi modal bagi Indonesia untuk berdiri sejajar dengan negara lain dan memainkan peran lebih aktif di tingkat global.


Pesan berikutnya adalah pentingnya persatuan negara-negara Global South. Prabowo mengutip pepatah Indonesia, “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh”, untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan negara-negara berkembang.


“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika,” kata Teddy.


Prabowo menilai negara-negara Global South kini memiliki posisi yang semakin penting dalam perekonomian dan geopolitik dunia. Karena itu, mereka perlu berdiri setara dalam memperjuangkan kepentingan dan menentukan masa depannya.


Prabowo juga menyoroti besarnya kekuatan BRICS yang mewakili sekitar separuh populasi dunia. Besarnya basis penduduk dan kekuatan ekonomi tersebut, menurut dia, harus diwujudkan dalam kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi negara-negara berkembang.


“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata,” ujar Teddy. 


Dalam forum tersebut, Prabowo juga mendorong penguatan sistem multilateral yang berpusat pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, menurut dia, PBB perlu diperkuat agar lebih mampu merespons perubahan dan tantangan global.


“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” kata Teddy.


Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan pesan serupa. Indonesia, katanya, mendorong sistem multilateral yang lebih kuat dengan PBB yang direformasi. Reformasi itu diperlukan agar lembaga tersebut lebih representatif, responsif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Indonesia menekankan perlunya sistem multilateral yang lebih kuat, yang berlabuh pada PBB yang direformasi agar lebih representatif, responsif, dan mampu memberikan manfaat bagi rakyat kita,” tulis Sugiono melalui akun X, dikutip Senin (14/9/2026).  


Menurut dia, tata kelola global yang lebih inklusif dan multilateralisme yang efektif diperlukan agar negara-negara Global South dapat berdiri bersama dan setiap negara memiliki suara.


“Sebagai kelompok ekonomi utama, pasar, dan produsen energi terkemuka, BRICS memiliki bobot kolektif untuk memajukan ketahanan, peluang, dan kemakmuran yang lebih besar bagi semua,” ujar Sugiono.

Baca Artikel Selengkapnya