Jakarta, NU Online
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini jauh lebih besar dibandingkan saat Indonesia menghadapi puncak El Nino pada 2023.
“Dulu pada saat terjadi El Nino, kita ada stok (cadangan) beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang (CBP kita) ada sekitar 5,2 juta ton,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima NU Online, Jumat (24/7/2026).
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan, sebelum memasuki puncak El Nino pada awal September 2023, stok CBP berada di angka 1,52 juta ton. Sementara per 22 Juli 2026, stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,24 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 244,74 persen dibandingkan periode menjelang puncak El Nino tiga tahun lalu.
“Ini adalah pertahanan kita untuk mengantisipasi kekeringan. Kita sudah pengalaman El Nino tahun 2015, 2023, 2024. Dengan pengalaman ini, kita bisa penyesuaian saat El Nino,” katanya.
Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Menurutnya, kebutuhan stok selama musim kemarau umumnya sekitar tiga juta ton, sedangkan cadangan yang dimiliki pemerintah saat ini mencapai lebih dari lima juta ton.
“Jadi kita tidak perlu khawatir, karena kapasitas yang diperlukan selama musim kemarau biasanya sekitar tiga juta ton, sedangkan kita ada stok sekarang masih 5,2 juta ton, masih ada (surplus) 2 juta ton lebih,” ucapnya.
Selain sebagai cadangan menghadapi kekeringan, stok tersebut akan dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 22 Juli 2026, dari target penyaluran SPHP periode Maret-Desember sebanyak 828 ribu ton, sebanyak 507,75 ribu ton atau 61,32 persen telah disalurkan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga September 2026, dengan sebaran wilayah terdampak mencapai 83 Zona Musim (ZOM) pada Juli, meningkat menjadi 369 ZOM pada Agustus, dan 169 ZOM pada September.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal, sementara fenomena El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027 dengan peluang mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.

2 jam yang lalu
3




English (US) ·
Indonesian (ID) ·