Kebaya Indonesia dipromosikan di Museum Seni Asia San Francisco

1 jam yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco menyelenggarakan pameran kebaya dan budaya Indonesia di Asian Art Museum San Francisco dalam rangka turut memperingati Hari Kebaya Nasional dan memperkuat diplomasi kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Konsul Jenderal RI di San Francisco Yohpy Ichsan Wardana, mengatakan kebaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak 2024 merupakan cerminan identitas dan sejarah Indonesia serta simbol warisan budaya bersama Asia Tenggara.

"Kebaya mengajarkan bahwa warisan budaya tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga terus hidup dan berkembang mengikuti zaman,” kata Yohpy saat pembukaan gelar budaya “Kebaya at the Museum” pada Sabtu (25/7), sebagaimana keterangan tertulis KJRI San Francisco yang diterima pada Ahad.

Menurut dia, melalui budaya, bangsa Indonesia dapat membangun rasa saling pengertian, mempererat persahabatan antarbangsa, serta memperkuat people-to-people diplomacy."

Dalam acara tersebut, dilaksanakan gelar busana kebaya oleh Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Los Angeles yang menampilkan beragam rupa kebaya Indonesia seperti kebaya Kartini, kebaya encim, kebaya modern, dan kebaya pengantin.

Sementara itu pendiri lembaga Tracing Patterns Foundation, Dr. Sandra Sardjono, menyampaikan penjelasan mengenai evolusi kebaya selama empat abad lebih dengan mengulik arsip sejarah, karya seni, dan koleksi tekstil.

Selain penampilan kebaya, KJRI San Francisco juga menghadirkan ansambel gamelan dan tari tradisional Sunda, gerai interaktif kaligrafi Aksara Jawa, serta sajian khas nusantara seperti rendang, ayam bakar, dan kopi Gayo asal Aceh.

Wakil Direktur dan Kurator Utama Asian Art Museum Dr. Robert Mintz menyampaikan apresiasi kepada KJRI San Francisco yang berperan memperkaya khazanah budaya di San Francisco dan wilayah sekitarnya melalui kegiatan tersebut.

“Kami ingin Asian Art Museum menjadi tempat di mana tradisi budaya Asia tidak hanya dipamerkan sebagai objek sejarah, tetapi juga dihidupkan melalui cerita, musik, seni pertunjukan, dan interaksi dengan masyarakat di Bay Area,” kata Mintz.

Selain itu, Direktur Eksekutif Asia Society Northern California sekaligus mantan koresponden ABC News di Jakarta, Margaret Conley, menilai agenda tersebut efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

KJRI San Francisco mencatat bahwa acara pada 25 Juli tersebut dihadiri oleh lebih dari 300 pengunjung yang berasal dari korps diplomatik, komunitas budaya dan tekstil, diaspora Indonesia, dan publik AS.

Baca juga: Asri Welas: Kebaya bisa mengikuti tren tanpa hilangkan nilai budaya

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya