Personel paramiliter wanita Iran dari Basij dalam aksi Jan-Fada di Teheran, Jumat (18/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Iran akan mengganti persenjataan dan "geografis perang" jika Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan. Juru bicara IRGC Hossein Mohebi dalam pernyataannya di sebuah program televisi pada Ahad (20/9/2026) malam menyoroti sejumlah isu terkini.
"Jika serangan terbaru dilaksanakan, pertahanan dan serangan kami akan berubah signifikan. Kami akan mengganti persenjataan dan geografis dari peperangan, dan kami akan membawa kapabilitas baru dengan kapasitas baru ke medan perang. Dunia akan terkejut," kata Mohibi.
"Target-target kami tidak akan lagi sama dengan sebelumnya. Kami telah mengidentifikasi target-target baru yang belum pernah diserang."
Menurut Mohibi, Iran telah bersiap untuk sebuah perang panjang. Dalam dalam perspektif IRGC, perang memiliki beberapa tingkatan.
"Perang tidak berhenti tapi berlanjut. IRGc telah bersiap untuk perang dan sekarang bahkan lebih siap," kata Mohibi menambahkan.
Ia mengatakan bahwa IRGC belum berkomunikasi dengan AS dan angkatan bersenjata Iran juga tidak terhubung secara diplomasi. Mohini menegaskan, misi utama militer adalah untuk mempertahankan negara dan bangsa Iran.
Mohibi huga mengeklaim bahwa dominasi AS di kawasan telah berakhir, dan Iran, bukan Washington yang membentuk tatanan baru di Timur Tengah.
sumber : Anadolu

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·