Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mendorong petani muda Indonesia peserta Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman selama pelatihan di Jepang guna memperkuat sektor pertanian nasional.
Dalam siaran pers KBRI Jepang pada Jumat disebutkan bahwa Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung menegaskan agar para peserta dapat mempraktekkan pertanian modern Jepang di tanah air termasuk dalam peningkatan produksi hasil pertanian dan memperkuat agribisnis di Indonesia.
“Melalui program ini, para petani muda Indonesia diharapkan dapat mengembangkan praktik pertanian modern yang telah dipelajari di Jepang untuk diterapkan di tanah air,” kata Maria saat menerima para peserta IYFLTPJ Batch ke-41 di KBRI Tokyo pada Kamis.
Ia juga menekankan pentingnya peran peserta sebagai "farm leaders" dan agen perubahan di daerah masing-masing untuk mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian nasional, sekaligus memperkuat daya saing dan peluang ekspor komoditas pertanian Indonesia, termasuk ke Jepang.
IYFLTPJ yang telah berlangsung selama 40 tahun merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Dewan Pertukaran Pertanian Jepang (JAEC) dan Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang (MAFF).
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas petani muda Indonesia di bidang teknologi pertanian modern, manajemen agribisnis, serta peningkatan efisiensi dan kualitas produksi. Program dievaluasi secara berkala oleh KBRI untuk mengetahui dampaknya bagi pengembangan sektor pertanian Indonesia.
Selama menjalani program, para peserta akan tinggal bersama petani tuan rumah selama sekitar satu tahun dan mengikuti pelatihan praktik lapangan, pelatihan akademis, pelatihan mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, serta studi banding di berbagai prefektur.
Hingga kini, lebih dari 650 petani muda Indonesia telah mengikuti IYFLTPJ dan tergabung dalam IKAMAJA (Ikatan Alumni Magang Jepang).
Para alumni tersebar di berbagai daerah dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk sebagai pembina di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) serta pelopor organisasi petani mandiri.
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·