Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota, Kolombia, mengusung tema “Kalimantan” melalui motif burung enggang dan ukiran dayak yang menghias kendaraan rombongan karnaval dalam Festival Nacional Bambuco en San Juan y San Pedro ke-65 (Festival Bambuco).
“Tema Kalimantan sengaja dipilih untuk memperlihatkan kepada masyarakat Kolombia bahwa Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan budaya, flora, dan fauna yang sangat menarik untuk dikenal lebih jauh,” kata Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kolombia Tatang Budie Utama Razak dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dia menuturkan, pihaknya memilih motif burung enggang karena familiar bagi para pengunjung karnaval.
Meskipun berasal dari famili yang berbeda, secara sekilas penampilan fisik burung yang berhabitat di Kalimantan tersebut sangat mirip dengan toucan atau burung tukan yang hidup di Kolombia.
“Kami ingin memperlihatkan meskipun Indonesia dan Kolombia terpisah jarak geografis yang sangat jauh, namun kedua negara ini memiliki banyak kemiripan. Tentu hal ini menarik untuk diketahui oleh publik Kolombia, dan banyak hal yang dapat digali lebih lanjut melalui kerja sama di berbagai bidang,” kata Tatang.
Mobil karnaval delegasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota dalam Festival Nacional Bambuco en San Juan y San Pedro ke-65 (Festival Bambuco) yang digelar di Kota Neiva, ibukota Negara Bagian Huila, Kolombia. ANTARA/HO-KBRI Bogota.Festival Bambuco berakar dari budaya masyarakat Pegunungan Andes yang ditampilkan melalui seni musik, tari, gastronomi, dan kerajinan tangan.
Kongres Kolombia menetapkan festival tersebut sebagai Warisan Budaya Nasional pada 2006. Tahun ini festival tersebut berlangsung pada 12-29 Juni di Kota Neiva, ibukota Negara Bagian Huila, Kolombia.
Tim Kesenian KBRI Bogota yang mengenakan pakaian adat Kalimantan menampilkan sejumlah tarian tradisional Indonesia dengan diiringi lagu-lagu pop daerah sepanjang karnaval tersebut, bersama 50 puluh anak-anak setempat yang mengenakan kebaya dan seragam pencak silat.
Mereka juga berkesempatan untuk menampilkan tarian khas Suku Dayak dan Tari Saman di atas panggung festival tersebut.
Indonesia merupakan satu-satunya negara asing yang hadir dalam kegiatan budaya itu sebagai negara undangan (pais invitado).
Selain mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, KBRI Bogota juga memanfaatkan kunjungan ke Neiva kali ini untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran budaya bersama Universitas Jarak Jauh dan Terbuka Nasional (Universidad Nacional Abierta y a Distancia/UNAD) Zona Selatan serta Jaringan Universitas Huila.
Baca juga: Indonesia hadirkan inovasi pertanian cerdas pada Konferensi FAO Roma
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·