Kasus Influenza Meningkat, Kemenkes Ingatkan Kelompok Rentan Lansia dan Anak-Anak

5 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Kasus influenza di sejumlah wilayah Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kenaikan tersebut masih berkaitan dengan pola musiman, sementara anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.


Dalam sepekan terakhir, sejumlah warga di media sosial mengeluhkan anak mereka mengalami demam tinggi hingga terjadi kepadatan di instalasi gawat darurat (IGD) dan kesulitan memperoleh layanan perawatan anak. Keluhan serupa dilaporkan terjadi di Bandung dan Surabaya.


Berdasarkan laporan pengawasan kasus influenza Kemenkes, proporsi positif influenza pada minggu ke-35 tahun 2026 mencapai 38 persen, meningkat dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Dari kasus influenza yang terdeteksi, 33 persen terjadi pada kelompok usia 0–4 tahun.


Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan kenaikan influenza-like illness (ILI) di sejumlah daerah masih berkaitan dengan tren musiman.


Menurutnya, faktor lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga erupsi gunung berapi juga dapat memengaruhi tren gangguan pernapasan.


“Influenza-like illness, atau ILI istilahnya. Jadi memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya 2025-2026, dia memang seasonal ya, seasonal flu,” jelas Aji di Jakarta, Jumat (18/9/2026).


Aji menjelaskan kelompok yang rentan terdampak antara lain anak-anak, balita, dan lansia. Kemenkes memastikan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan klinik masih mencukupi untuk melayani pasien.


“Memang hanya di satu-dua rumah sakit yang penuh gitu, kan bisa juga yang lain masih bisa siap siaga ya. Puskesmas kita siapkan, rumah sakit, klinik, segala macam,” tuturnya.


Aji mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk menjaga daya tahan tubuh serta menggunakan masker atau menjaga jarak ketika berdekatan dengan orang yang sedang sakit.


“Kalau yang sakit, ya sementara mungkin tidak sekolah dulu atau tidak bekerja dulu kalau memang berat ya. Kalau memang sakit berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani,” pungkas Aji.


Puan Imbau Masyarakat Terapkan Prokes

Terpisah, Ketua DPR Puan Maharani mengimbau masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk menekan penyebaran Influenza A yang dilaporkan meningkat di sejumlah daerah pada awal September 2026.


“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan melalui keterangan tertulis.


Puan juga mendorong penguatan infrastruktur kesehatan, kesiapan ketersediaan obat-obatan, hingga kemudahan akses perawatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi.


Bagi warga yang mengalami gejala sakit, Puan menyarankan untuk beristirahat dan membatasi aktivitas di luar rumah. Ia juga mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, untuk menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi.

Baca Artikel Selengkapnya