Jakarta, CNN Indonesia --
Angkatan Udara China dan Mesir menggelar latihan tempur udara bersama di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dalam latihan tersebut, jet tempur J-16 milik China berhadapan dengan Rafale buatan Prancis yang dioperasikan Angkatan Udara Mesir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latihan gabungan "Eagles of Civilization atau Elang Peradaban" itu dimulai pada Sabtu dan dijadwalkan berlangsung hingga awal September 2026. Latihan ini menjadi latihan gabungan kedua antara kedua negara.
China mengerahkan sejumlah pesawat untuk mengikuti latihan tersebut. Pesawat yang dikirim meliputi jet tempur J-16, pesawat tanker YU-20, pesawat peringatan dini dan kendali udara KJ-500, serta helikopter Z-20.
Pesawat tersebut menempuh jarak lebih dari 6.000 kilometer atau 3.730 mil selama sembilan jam untuk mencapai Mesir. Pesawat China juga melintasi empat negara dalam perjalanan menuju lokasi latihan.
"Melalui pengerahan lintas batas dan operasi pemuatan dan pembongkaran yang cepat, latihan ini menguji kemampuan angkatan udara dalam proyeksi kekuatan jarak jauh, pengerahan cepat, dan operasi terpadu," seperti dilaporkan CCTV.
Selama penerbangan, jet J-16 melakukan pengisian bahan bakar di udara menggunakan pesawat tanker YU-20. Pesawat tersebut kemudian mendarat di sebuah pangkalan udara di Mesir, Jumat (21/8).
CCTV melaporkan pasukan China hanya membutuhkan waktu satu hari untuk memilih peralatan, menata persediaan, dan melakukan pengarahan sebelum memulai latihan.
"Latihan gabungan ini telah memberikan platform yang berharga bagi kami para pilot untuk meningkatkan kemampuan tempur kami," kata pilot China, Ning Yiming.
Latihan militer ini dilakukan di tengah ketegangan yang tetap tinggi di Timur Tengah akibat perang AS-Iran. Mesir mempertahankan posisi netral yang hati-hati dalam konflik tersebut. Pekan lalu, diplomat utamanya mengadakan pembicaraan dengan menteri luar negeri Iran tentang menghidupkan kembali negosiasi antara Washington dan Teheran.
Pada hari pertama latihan, J-16 melakukan simulasi pertempuran udara jarak dekat dan menengah. Jet itu berlatih dalam skenario satu lawan satu dan dua lawan dua melawan jet tempur Rafale milik Mesir.
Latihan tersebut adalah penempatan pertama J-16 di luar Asia. Ini juga menjadi keterlibatan pertamanya yang dilaporkan melawan pesawat tempur buatan Barat, seperti Rafale.
J-16 merupakan jet tempur bermesin ganda dan berbobot berat yang dikembangkan China berdasarkan desain Su-27 Rusia. Pesawat ini tidak memiliki kemampuan siluman, tetapi sejumlah pakar pertahanan menilai J-16 sebagai salah satu jet tempur generasi keempat yang paling mumpuni di dunia.
Latihan tersebut berlangsung ketika ketegangan di Timur Tengah masih tinggi akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran. Mesir mempertahankan posisi netral dalam konflik tersebut.
Pekan lalu, Diplomat Utama Mesir juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran untuk membahas upaya menghidupkan kembali negosiasi antara Washington dan Teheran.
Sementara itu, China juga menyerukan perundingan perdamaian. Pada Senin, Presiden China Xi Jinping mendorong gencatan senjata berkelanjutan saat bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II.
Latihan gabungan pertama pada 2025, China mengirim jet tempur J-10C dan Mesir mengerahkan MiG-29.
Latihan tahun lalu juga menjadi pengerahan pertama Angkatan Udara China ke Afrika dengan paket tempur dan dukungan lengkap. China saat itu mengirim J-10C, pesawat angkut strategis Y-20, KJ-500, dan YU-20.
Setelah menyelesaikan 18 sesi pelatihan dengan tuan rumah Mesir mereka, Angkatan Udara PLA melakukan atraksi terbang lintas seremonial di atas piramida dalam formasi yang terdiri dari J-10 dan Y-20.
Selain latihan militer, kerja sama pertahanan kedua negara juga berkembang melalui penjualan senjata.
Pada 2025, Mesir dilaporkan telah memperoleh sistem pertahanan udara HQ-9BE buatan China dan memesan 10 drone WJ-700.
Mesir juga disebut tertarik membeli jet tempur J-10CE buatan China. Namun, Beijing sebelumnya membantah adanya kesepakatan yang telah selesai.
(bac)

38 menit yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·