Bangladesh Pilih Jet Tempur J-10CE daripada Rafale dan Eurofighter Typhoon

23 menit yang lalu 1

Jet tempur Chengdu J-10 produksi China digunakan Pakistan untuk menembak jatuh Rafale.

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Pemerintah Bangladesh terus maju dengan rencana pembelian jet tempur multiperan Chengdu J-10CE buatan China. Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memodernisasi angkatan udaranya, kata Penasihat Informasi Perdana Menteri (PM) Zahed Ur Rahman kepada wartawan di Dhaka, Selasa (25/8/2926).

Menurut dia, draf perjanjian yang mencakup pengadaan pesawat tempur multiperan J-10CE dan helikopter serang telah disiapkan, lapor Anadolu Agency. Rahman menyebut, usulan perjanjian itu telah diajukan ke Divisi Angkatan Bersenjata dan kementerian pemerintah terkait untuk persetujuan.

Dia menjelaskan, Bangladesh sedang mengupayakan pengadaan pesawat tempur multiperan generasi keempat, helikopter serang, helikopter VIP, dan sistem pesawat tanpa awak atau drone. Pembelian tersebut dapat diselesaikan selama tahun fiskal berjalan atau tahun fiskal berikutnya jika pendanaan yang cukup tidak tersedia segera, menurut penasihat tersebut.

Pilih J-10

Rahman menunjuk pada laporan kinerja pesawat J-10 buatan China selama konflik India-Pakistan baru-baru ini, sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan Dhaka. J-10 yang dioperasikan Pakistan mampu menembak jatuh Rafale milik India.

"Ada pengalaman nyata baru-baru ini dalam situasi pertempuran," kata Rahman merujuk pada klaim bahwa pesawat J-10CE Pakistan telah menembak jatuh jet tempur Rafale India selama konflik pada awal Mei 2025.

Rahman juga berpendapat, jet tempur China menawarkan pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pesawat canggih lainnya, termasuk Rafale dari Prancis dan Eurofighter Typhoon. J-10CE adalah versi ekspor dari J-10C China, jet tempur multiperan generasi keempat yang dirancang untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Baca Artikel Selengkapnya