Jakarta, CNN Indonesia --
Pejabat top Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengatakan negaranya butuh waktu lama untuk menyetok kembali persenjataan usai perang habis-habisan dengan Iran.
Direktur Badan Pertahanan Rudal Pentagon Jenderal Heath Collins menyampaikan penilaian itu saat rapat dengar pendapat di Kongres pada Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Collins mengatakan butuh "bertahun-tahun" untuk memulihkan persediaan senjata pencegat setelah lebih dari sebulan perang dengan Iran, demikian dikutip Arab News.
AS dan sekutu dekatnya Israel dilaporkan menggunakan ribuan rudal pencegat untuk menghalau drone dan pesawat tak berawak Iran.
Analisis dari lembaga think tank RUSI melaporkan nyaris 4.200 amunisi diluncurkan AS, Israel, dan negara-negara Teluk selama 16 hari pertama perang.
AS dan sekutunya juga mengerahkan ribuan amunisi ofensif dalam perang itu. Angkatan udara AS dan Israel menggunakan lebih dari 7.110 bom dan rudal selama 16 hari pertama.
Media berita AS juga melaporkan Angkatan Laut menembakkan lebih dari 850 rudal Tomahawk selama empat minggu pertama perang. Lebih dari 2.000 rudal turut ditembakkan pada minggu-minggu awal konflik tersebut.
Laporan itu juga menyebut persediaan sistem THAAD AS, Arrow dan David's Sling Israel, serta baterai Patriot di Teluk hampir habis sepenuhnya pada minggu terakhir Maret.
Rudal pencegat buatan Amerika mahal dan lambat diproduksi. Produsen THAAD, Lockheed Martin, membuat kurang dari 100 rudal pencegat setiap tahun, dengan satu unit senilai hingga $15 juta atau sekitar Rp257 miliar.
Perang yang sudah berlangsung selama enam pekan itu dilaporkan menelan biaya puluhan miliar dolar bagi AS. Hingga saat ini, Gedung Putih menolak memberikan angka pasti .
Namun, Pentagon sempat menyatakan biaya yang dikeluarkan AS saat perang dengan Iran tercatat lebih dari 11 miliar dolar hanya dalam pekan pertama.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta tambahan dana darurat sebesar $200 miliar untuk mengisi kembali persediaan amunisi dan menutupi biaya perang lain. Jumlah ini setara dengan seperlima dari anggaran Pentagon tahun 2026.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·