Jakarta (ANTARA) - Jerman membidik potensi besar untuk memperluas kerja sama, terutama di bidang ekonomi, dengan Indonesia di tengah perubahan tatanan geopolitik global yang mendorong negara-negara kekuatan menengah untuk beradaptasi dengan lingkungan strategis yang baru.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste mengatakan negara-negara besar sedang menyelaraskan kembali posisi mereka di tengah sikap Rusia yang dinilai semakin agresif. Situasi tersebut membuat Jerman melihat kerja sama dengan kawasan Asia Tenggara menjadi semakin penting, terutama Indonesia.
“Kami melihat ada banyak potensi, dan mungkin potensi terbesar bagi negara seperti Jerman adalah memperluas kerja sama, terutama di bidang ekonomi, dengan Indonesia,” kata Duta Besar (Dubes) Beste ketika ditemui di ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin.
Indonesia, lanjutnya, secara khusus mendapat perhatian Jerman karena merupakan negara terbesar di ASEAN sekaligus tempat ASEAN berkedudukan. Menurut dia, posisi tersebut membuat Indonesia memiliki peran penting di kawasan dan menjadi negara yang potensinya terus diperhatikan Jerman.
“Indonesia adalah negara terbesar (di Asia Tenggara). Indonesia juga merupakan negara tempat ASEAN berkedudukan, sehingga memiliki peran penting dan selalu memiliki peran tersebut. Perhatian kami tertuju pada Indonesia dan potensinya,” ucapnya.
ASEAN secara keseluruhan, merupakan mitra dagang yang sangat besar bagi Uni Eropa dan menjadi salah satu mitra dagang terbesar Uni Eropa di luar Eropa, tambahnya.
Selain ekonomi, Jerman menilai aspek keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara juga semakin berkaitan dengan kepentingan keamanan Eropa.
“Kami melihat bahwa keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara juga sangat penting bagi keamanan Eropa,” ujarnya.
Dalam bidang perdagangan, Uni Eropa saat ini berfokus pada sejumlah perjanjian perdagangan bilateral dengan negara-negara anggota ASEAN. Uni Eropa juga sedang dalam proses menyelesaikan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia (IEU-CEPA).
Beste mengatakan prospek perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Uni Eropa secara menyeluruh dinilai masih membutuhkan waktu. Saat ini, Uni Eropa telah memiliki sejumlah perjanjian perdagangan bebas dan memprioritaskan penyelesaian kesepakatan bilateral dengan negara-negara anggota ASEAN.
“Jadi, prospek untuk perjanjian bilateral lainnya mungkin baru akan terbuka dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya.
Baca juga: Dubes Jerman: IEU-CEPA dapat dukungan luas di Eropa
Baca juga: Gejolak global momentum RI-Jerman perkuat kerja sama energi alternatif
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·