Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan koran Israel Hayom dilansir The Cradle, Senin (14/9/2026) meminta bantuan pemerintah di kawasan termasuk secara tak langsung kepada Israel untuk membantu Riyadh melawan militan Yaman, Ansarallah. Menurut Israel Hayom, MBS meminta bantuan Tel Aviv lewat perantara Pusat Comando AS (CENTCOM).
Bantuan yang diminta Riyadh kepada Tel Aviv termasuk informasi intelijen dan dukungan lain untuk mencegah Ansarallah mengontrol Selat Bab al-Mandab. Laporan permintaan bantuan MBS ini setelah sebelumnya sang pangeran Saudi juga disebut meminta Presiden Donald Trump agar AS mengintervensi secara militer melawan Ansarallah.
Donald Trump pada Sabtu lalu menyinggung ketegangan di Laut Merah dengan mengatakan kelompok Houthi di Yaman telah menghubungi AS dan menyatakan tidak menginginkan konfrontasi dengan Washington.
“Mereka tidak ingin berperang dengan kami,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut membiarkan sebagian besar kapal melintas di jalur perairan tersebut.
Trump mengeklaim AS telah menguasai kawasan itu melalui blokade laut yang agresif dan mencegat sekitar 25 kapal setiap hari, “sebagian besar pada malam hari”.
Trump mengatakan pemerintahannya telah memperkirakan konflik akan mendorong kenaikan harga minyak, tetapi menyebut harga akan turun setelah perang dengan Iran berakhir.

50 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·