Jakarta, CNN Indonesia --
Jepang memprotes peta dunia baru yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) usai memperlihatkan Kepulauan Kuril atau Chishima (dalam klaim Jepang) sebagai teritori Rusia.
Juru bicara pemerintah Jepang Minoru Kihara mengatakan peta tersebut "berisi penggambaran yang bertentangan dengan posisi pemerintah Jepang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah melayangkan protes terhadap operator situs peta tersebut melalui jalur diplomatik kami untuk meminta koreksi atas penggambaran ini," kata Kihara kepada wartawan pada Kamis (10/9).
Pekan lalu, Majelis Umum PBB menggelar pemungutan suara untuk mengadopsi peta dunia baru.
Dalam peta tersebut, benua Afrika digambarkan jauh lebih besar dari yang sebelumnya, bahkan melampaui ukuran benua Amerika. Amerika Utara dan Eropa sementara itu mengecil, hingga diprotes oleh Amerika Serikat.
Jepang termasuk di antara 164 anggota yang mendukung resolusi tersebut. Namun kini Tokyo ikut protes karena Kepulauan Kuril, yang dikenal di Jepang sebagai Wilayah Utara, memilki warna yang sama dengan Rusia.
Kepulauan Kuril/Chishima sejak lama dipersengketakan. Wilayah ini dicaplok Uni Soviet pada 1945 yang kemudian mengusir populasi Jepang dari sana.
Hubungan Jepang dan Rusia baru-baru ini mengeruh setelah Presiden Vladimir Putin bulan lalu melakukan kunjungan ke Kepulauan Kuril untuk pertama kalinya.
Jepang langsung memanggil duta besar Moskow buntut kunjungan mendadak tersebut. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menyebut kunjungan itu "menyinggung perasaan rakyat Jepang" dan "sama sekali tidak bisa diterima".
(blq/bac)

48 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·