Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia, serta memperkuat tata kelola dan integritas.
Pernyataan itu disampaikan Jeffrey usai jajaran direksi BEI periode 2026-2030 bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
“Kami tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan dalam empat bulan terakhir. Kemudian juga komitmen kami untuk terus meningkatkan transparansi, integritas, serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia. Kami juga akan terus melakukan pendalaman pasar, baik dari sisi demand maupun supply,” ujar Jeffrey di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Jeffrey berharap berbagai upaya reformasi pasar modal yang telah dilakukan, dapat mendorong BEI menjadi Bursa berkelas dunia yang sejajar dengan Bursa-Bursa negara maju di tingkat global.
“Sehingga, ke depannya potensi BEI untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia dapat segera kita wujudkan,” ujar Jeffrey.
Sebelumnya, OJK telah menetapkan susunan direksi BEI periode 2026-2030 melalui hasil seleksi calon anggota direksi, yang mana selanjutnya akan disetujui alam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI pada 29 Juni 2026 mendatang.
OJK telah menyelesaikan proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota direksi BEI sesuai ketentuan Pasal 16 Peraturan OJK Nomor 58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek.
Selain Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama, OJK menetapkan Saidu Solihin sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, serta Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.
Selanjutnya, Abdul Munim ditetapkan sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan, serta Umi Kulsum sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.
Baca juga: Pimpinan DPR, OJK, BEI bahas pembenahan tata kelola bursa
Baca juga: OJK telah tetapkan Direksi BEI periode 2026-2030
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·