Israel Mulai Siapkan Rencana Jahat Bunuh Para Negosiator Iran

5 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel mulai menyiapkan rencana jahat membunuh para negosiator Iran untuk merusak proses negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat.

Media AS The New York Post melaporkan bahwa pejabat anonim Gedung Putih meyakini rencana Israel tersebut mulai disiapkan dengan matang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara para negosiator yang menjadi target utama adalah pemimpin delegasi negosiasi Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Membunuh para pemimpin senior Iran telah menjadi bagian dari taktik Israel sejak awal perang. Namun, kekhawatiran Amerika tentang penargetan dua pejabat Iran, Abbas Araghchi dan Mohammad Bagher Ghalibaf, meningkat tajam selama negosiasi gencatan senjata yang rumit sejak April.

Saking khawatir, pejabat tersebut mengatakan bahwa AS bahkan meminta negara-negara lain di kawasan itu untuk memperingatkan Iran soal rencana jahat Tel Aviv tersebut.

Para pejabat AS mengakui kepada The New York Times bahwa selama fase intens perang, Araghchi dan Ghalibaf, bisa menjadi target bagi Israel, yang berniat menggulingkan pemerintahan garis keras Iran.

Tetapi setelah negosiasi dimulai dengan sungguh-sungguh pada April, para pejabat Amerika percaya bahwa setiap upaya untuk membunuh para pemimpin Iran akan mengakhiri pembicaraan dan menyulut kembali pertempuran.

Perundingan AS dan Iran sendiri belum final. Negosiasi tahap teknis akan kembali digelar pada pertengahan bulan ini.

Sumber-sumber di Pakistan, negara yang jadi mediator, mengatakan negosiasi kemungkinan digelar minggu ketiga bulan Juli. Langkah ini, lanjut mereka, untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman (Mou) Islamabad.

Para sumber juga menjelaskan pembicaraan akan fokus ke situasi yang berkembang di Lebanon dan Selat Hormuz.

"Para mediator Pakistan dan Qatar terus berhubungan dengan kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan langsung guna menyelesaikan semua masalah yang tertunda," kata salah satu sumber, dikutip Anadolu Agency, Jumat (3/7).

Lebih lanjut, sumber itu mengatakan AS siap kembali berdialog dan Iran sudah menyampaikan respons yang positif.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya