IRGC Ingatkan tak akan Pernah Ada Perdamaian di Timur Tengah Hingga Israel Dihancurkan

5 jam yang lalu 9

Peserta aksi menginjak gambar Netanyahu saat aksi solidaritas bertajuk #HarapanPalestina: Indonesia Tegas Lawan Israel & AS di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (26/10/2025). Aksi tersebut berlangsung dengan menampilkan beragam hiburan musik, orasi, lelang karya seni hingga penampilan teatrikal. Dalam aksinya massa mengecam genosida yang dilakukan oleh israel terhadap warga Palestina, sulitnya akses bantuan kemanusiaan dan peran AS yang dinilai menghambat upaya diplomasi di forum internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kamis (28/5/2026), mengingatkan bahwa tidak akan pernah ada perdamaian di Timur Tengah hingga Israel dihancurkan. Dilaporkan AzerNews, Jumat (29/5/2026), peringatan IRGC ini dikeluarkan merespons pembunuhan sejumlah pejabat Hamas oleh tentara Israel dalam beberapa hari terakhir.

"Kecuali rezim jahat dan pembunuh-anak ini dihapus dari bumi, kawasan Asia Barat tidak akan menemukan perdamaian," demikian pernyataan IRGC .

IRGC juga menyebutkan bahwa rencana perdamaian yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang digambarkan IRGC sebagai "jahat dan perjudian", dinilai sebagai rencana yang berujung pada "kematian, pembunuhan, dan teror."

AS baru saja melancarkan apa yang mereka klaim sebagai serangan "pertahanan" terhadap situs yang dicurigai menimbulkan ancaman terhadap tentara AS di Selat Hormuz. Sebagai response, IRGC meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan AS di Kuwait sambil mengancam serangan balasan selanjutnya akan lebih kuat jika AS terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Adapun di Lebanon, Israel terus mengintensifkan serangan udara dan mengembangkan serangan darat masuk lebih dalam ke selatan Lebanon. Eskalasi mematikan terjadi setelah IDF mengeluarkan instruksi pemindahan paksa warga di kota tua Tyre dan semua warga di selatan Lebanon, memaksa mereka pergi ke arah utara ke Sungai Zahrani.

Pada Rabu (27/5/2026), satu tentara IDF, Sersan Rotem Yanai (20) tewas dan dua prajurit lainnya terluka dalam sebuah serangan drone Hizbullah dekat perbatasan Lebanon. Seperti dilaporkan the Cradle, Yanai tewas setelah dua serangan drone berhasil menembus sistem pertahanan IDF dan menghantam sebuah zona militer.

Kewalahan menghadapi drone-drone Hizbullah, Angkatan Bersenjata Israel dilaporkan Anadolu tengah meminta bantuan sistem dan teknologi tambahan ke Amerika Serikat. Komandan Lapangan Mayor Jenderal Nadav Lotan dilaporkan akan bertolak ke AS pada beberapa hari ke depan untuk mencari sistem persenjataan guna menangkal ancaman drone.

sumber : Antara, WAFA, Sputnik/RIA Novosti

Baca Artikel Selengkapnya