Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Iran mengklaim telah menargetkan sejumlah fasilitas strategis militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ahmed Al Jaber di Kuwait dalam sebuah serangan drone pada Jumat (31/7).
Ini merupakan aksi balasan terbaru dari Iran atas serangan-serangan AS baru-baru ini ke negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip Al Jazeera, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Tasnim, militer Iran mengatakan serangan tersebut menargetkan hanggar, sistem komunikasi satelit, serta gudang penyimpanan peralatan militer menggunakan drone.
Menurut pernyataan itu, serangan dilakukan sebagai respons atas serangan AS terhadap sebuah rumah warga di Pulau Qeshm. Militer Iran juga menyebut pangkalan di Kuwait tersebut sebagai pusat penting bagi operasi pengintaian udara dan dukungan operasional militer AS di kawasan.
Hingga Jumat dini hari waktu setempat, militer Kuwait maupun media pemerintah negara tersebut belum mengonfirmasi serangan terhadap pangkalan tersebut melalui akun media sosial berbahasa Inggris mereka.
Selama perang dengan AS pecah, Iran telah berulang kali melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur Amerika di negara-negara Arab, termasuk Kuwait.
Pada Kamis (30/7), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap AS.
Serangan Iran itu menargetkan landasan parkir pesawat dan hanggar perawatan di Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania, yang menjadi lokasi penempatan jet tempur F-35 AS.
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Yordania, IRGC menyatakan serangan itu merupakan "respons atas serangan AS di Pulau Qeshm yang menewaskan sepasang suami istri beserta anak mereka."
"Pasukan kedirgantaraan IRGC telah menargetkan landasan parkir pesawat dan hanggar perawatan di Pangkalan Udara AlAzraq, yang menjadi lokasi penempatan jet tempur F-35 milik AS, menggunakan sejumlah rudal balistik," bunyi laporan kantor berita pemerintah Iran, Fars, mengutip IRGC seperti dikutip Al Jazeera.
IRGC mengklaim serangan itu menghancurkan tiga pesawat tempur F-35 secara total serta menyebabkan "kerusakan berat" pada tiga pesawat lainnya.
(rds)

2 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·