Iran Diklaim Pakai Psikolog Cek Mental Trump Demi Muluskan Nego ke AS

2 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dikabarkan menyewa jasa psikolog terbaik Teheran untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Jurnalis AS Jeremy Scahill pada 13 Juni lalu melaporkan bahwa tim negosiasi Iran menggunakan jasa psikolog senior untuk mempermulus perundingan dengan Washington. Hal itu ia ketahui dari sejumlah sumber di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada siniar Breaking Points, Scahill menyampaikan bahwa penggunaan jasa psikolog itu dilakukan tim negosiasi Iran di tengah kontroversi kesehatan mental Presiden AS Donald Trump.

Para delegasi Iran disebut percaya bahwa Trump "benar-benar sakit mental" dan "berada dalam kondisi mental yang terganggu."

Sejak kembali menjabat presiden, Trump berulang kali menyedot perhatian publik karena kedapatan memiliki memar dan bengkak di tangan dan kaki. Ia juga acap kali tertangkap tidur saat rapat kabinet.

Gedung Putih menyampaikan bahwa memar Trump disebabkan oleh penggunaan aspirin atau obat pengencer darah yang sedang dikonsumsinya untuk perawatan pencegahan. Namun, banyak pihak curiga Trump tidak dalam kondisi prima untuk memimpin negara.

Menurut Scahill, kondisi Trump tersebut dijadikan landasan oleh tim negosiasi Iran untuk menyewa psikolog guna membantu mereka mengambil sikap.

Para psikolog ditugaskan menyusun "profil psikologis" Trump untuk selanjutnya dipakai tim negosiasi dalam menyesuaikan pesan sebelum disampaikan kepada mediator.

Berdasarkan pengakuan para pejabat Iran, memperlakukan interaksi dengan Trump "layaknya menangani pasien" telah membantu Iran memperoleh "beberapa kemajuan" dalam negosiasi.

Kekhawatiran akan kondisi kesehatan mental Trump sendiri disebut-sebut juga digaungkan oleh sejumlah negara mediator, termasuk Qatar dan Turki, demikian seperti dilaporkan The Cradle.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya