Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Eropa jika negara-negara tersebut terlibat dalam agresi terhadap Iran. Demikian peringatan yang disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Senin.
Dalam konferensi pers mingguan, Baghaei menegaskan bahwa "Iran tidak dapat menerima jika pihak agresor yang menentukan syarat-syarat untuk mengakhiri perang." Ia menambahkan, "tidak ada alasan bagi negara manapun untuk merasa takut terhadap Iran, kecuali jika negara tersebut membuka wilayahnya bagi Amerika Serikat untuk melakukan agresi terhadap Iran."
Ia menekankan bahwa "merupakan hak Iran untuk menargetkan sumber dan asal-usul setiap tindakan agresi yang ditujukan kepada Republik Islam tersebut."
Baghaei juga menegaskan kembali bahwa "Iran tidak memulai perang ini dan sedang menjalankan hak sahnya untuk membela diri, serta tidak akan membiarkan perang berakhir berdasarkan ketentuan pihak agresor." Ia menjelaskan bahwa "Iran telah menggunakan segala sarana diplomatik untuk mencegah terjadinya perang."
Ia menyatakan, "kami tidak memulai perang ini, dan kami tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri atas berlanjutnya situasi ini."
Baghaei menyatakan bahwa "Iran telah melakukan segala upaya melalui jalur diplomatik untuk mencegah perang serta mengamankan kepentingan dan keuntungan nasional. Dalam banyak kasus, pengaturan dan kesepakatan telah dicapai, namun pihak AS melanggar semuanya."
Ia menunjukkan bahwa "nota kesepahaman tersebut tidak bertahan lebih dari tiga minggu, setelah itu Amerika membatalkan seluruh ketentuannya."
Baghaei menegaskan bahwa "kekuatan Iran dan kekompakan rakyatnya merupakan perisai bagi Republik Islam," seraya menegaskan kembali bahwa "Iran mampu menggagalkan seluruh rencana musuh."

9 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·