Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri RI mendorong perluasan penempatan pekerja terampil Indonesia ke sejumlah sektor strategis, termasuk di industri kapal pesiar global.
"Industri kapal pesiar merupakan sektor global yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang," kata Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, dalam Ambassadors’ Dialogue: Unlocking Indonesia’s Potential in the Global Cruise Industry Workforce pada Selasa (9/6).
Sebagaimana keterangan Kemlu, Rabu (10/6), beberapa bidang pekerjaan yang dibutuhkan di industri tersebut termasuk perhotelan (hospitality), kuliner, teknik, dan manajemen operasional.
Indonesia, kata Havas, telah terbukti mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.
"Indonesia siap dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global dan memiliki visi untuk berkembang sebagai global talent hub," kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani.
Indonesia, menurutnya, memiliki modal sumber daya manusia yang kuat, dengan lebih dari 108.000 lulusan SMK bidang perhotelan, lebih dari 21.000 peserta didik pada sekolah vokasi maritim, serta lebih dari 5.600 lulusan SMK bidang pelayaran niaga yang berpotensi mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor kapal pesiar internasional.
Dialog yang diselenggarakan Kemlu itu mempertemukan perwakilan Kedutaan Besar negara-negara mitra, khususnya dari kawasan Uni Eropa, pelaku industri kapal pesiar, lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi, serta kementerian dan lembaga terkait.
Para peserta berdiskusi untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, sekaligus membahas peluang, tantangan, dan kebutuhan industri kapal pesiar global.
Para peserta menyoroti pentingnya penguatan kompetensi bahasa Inggris bagi calon pekerja kapal pesiar, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, identifikasi sekaligus penyelesaian isu pada aspek mobilitas pekerja.
Mereka juga menyoroti perlunya penguatan tata kelola dan perlindungan pekerja migran Indonesia guna memastikan proses penempatan yang aman, legal, dan berkelanjutan.
Sementara itu, para duta besar dan perwakilan negara sahabat memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan dialog tersebut.
Secara umum, mereka menyampaikan dukungan dan kesiapan berkolaborasi, termasuk dalam penguatan kompetensi bahasa, pengembangan keterampilan yang sesuai dengan standar industri internasional, serta penjajakan kerja sama yang lebih erat antara institusi pendidikan, pelatihan, dan industri di Indonesia dengan mitra di negara-negara Eropa.
Baca juga: RI siap sediakan pekerja migran untuk industri kapal pesiar global
Baca juga: Pelni siap jadi mitra kapal pesiar internasional berlayar di Indonesia
Pewarta: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·