Indonesia desak AS-Iran terus berpegang pada kesepakatan damai

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendesak supaya Amerika Serikat dan Iran terus berpegang pada nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang diteken di Islamabad bulan lalu dan agar segera menghentikan permusuhan di Selat Hormuz.

“Sudah ada MoU kemarin, kita berharap agar dokumen tersebut sama-sama bisa terus dihormati,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono kepada wartawan usai pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-6 Indonesia-Vietnam di Jakarta, Selasa.

Indonesia menilai penting penghentian peperangan dan pemulihan perdamaian di kawasan Teluk, mengingat dinamika yang terjadi di sana akan secara langsung berdampak pada kehidupan masyarakat di Indonesia.

Ia pun menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika perang AS-Iran tidak akan berubah dalam memperjuangkan perdamaian dan pemulihan kestabilan kawasan.

“Posisi kita tidak berubah. Kita ingin situasi di sana stabil lagi, perdamaian tercapai, dan serangan bisa segera terhenti,” kata Sugiono.

Meski dengan berlakunya kesepakatan perdamaian melalui Memorandum Islamabad yang diteken pada 17 Juni, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan mulai 7 Juli menyusul perselisihan terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian operasi serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di beberapa titik di kawasan Teluk.

Serangan terbaru dilakukan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin (13/7) dengan dalih melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahnya memberlakukan kembali kebijakan “blokade Iran”, serta mengusulkan pengenaan biaya sebesar 20 persen atas kargo yang melewati Selat Hormuz sebagai imbalan atas perlindungan AS di jalur air strategis tersebut.

"Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka," kata Trump melalui platform Truth Social.

Trump mengatakan AS akan memberikan jaminan keamanan di jalur perairan tersebut dan memungut biaya kepada operator kargo “sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim”.

Baca juga: AS luncurkan gelombang baru serangan militer ke Iran

Baca juga: Dubai akan bangun pelabuhan baru jadi alternatif rute Selat Hormuz

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya