Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak melemah mengikuti bursa kawasan Asia dan global tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah di tingkat global.
Dibuka menguat, IHSG bergerak melemah 7,40 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.670,80 pada pukul 09.55 WIB. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,52 poin atau 0,08 persen ke posisi 663,73.
"Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700 pada perdagangan Kamis," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali meningkat setelah aktivitas militer kedua negara berlanjut dan meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
AS dilaporkan menghancurkan lima kapal pengangkut minyak Iran, sementara Iran merespons dengan serangkaian serangan terhadap kapal dan fasilitas yang terkait dengan AS.
Ketegangan geopolitik tersebut menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil US-Treasury (UST).
Harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 3 persen pada Rabu (9/9/2026), dengan jenis Brent ditutup di atas level 101 dolar AS per barel, Sedangkan U.S. 10-year Bond Yield menguat 4 bps di level 4.845 persen atau level tertinggi sejak November 2023.
Kenaikan yield UST di tengah rencana Departemen Keuangan AS melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi dengan tenor 10 hingga 20 tahun senilai hingga 6 miliar dolar AS, atau meningkat dari 2 miliar dolar AS.
Dari kawasan Eropa, Europan Central Bank (ECB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Kamis seiring kekhawatiran terhadap rantai pasokan energi dan tingkat inflasi di tingkat global.
Dari kawasan Asia, data inflasi China naik menjadi 0,8 persen (yoy) pada Agustus 2026 dari 0,5 persen (yoy) pada Juli 2026, atau merupakan level terendah selama 6 bulan terakhir, sesuai dengan estimasi.
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia meningkat pada level 118,5 pada Agustus 2026 dari level 116,8 pada Juli 2026, didukung oleh membaiknya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Hal tersebut terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik di level 109,4 pada Agustus 2026 dari 107,9 pada Juli 2026, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 127,6 dari 125,7.
Sementara itu, data penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 3,3 persen (yoy) pada Juli, setelah turun 3 persen (yoy) pada Juni 2026.
Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Rabu (9/9/2026), di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,58 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,31 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,66 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 1,94 persen.
Bursa di Wall Street AS juga kompak melemah pada penutupan Rabu (9/9/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 0,48 persen ke level 7.636,36, indeks Nasdaq Composite melemah 0,64 persen ke 26.253,34, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,77 persen ke 52.380,66.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,82 persen ke 64.618,00, indeks Shanghai melemah 0,12 persen ke 3.946,25, indeks Kospi melemah 1,01 persen ke 6.980,46, indeks Hang Seng melemah 1,39 persen ke 24.924,00, dan indeks Straits Times melemah 0,47 persen ke 5.701,98.
Baca juga: IHSG Kamis dibuka menguat 9,98 poin ke posisi 6.688
Baca juga: Danantara masih bahas besaran saham BEI yang akan dimiliki
Baca juga: IHSG ditutup melemah dipicu kenaikan harga minyak mentah global
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·