Jakarta (ANTARA) - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menargetkan laba bersih dapat mencapai 26 juta dolar AS sepanjang tahun 2026, dengan pendapatan ditargetkan mencapai 40 juta dolar AS.
"Untuk net income, sudah pasti kita sudah melebihi dari tahun lalu, untuk enam bulan saja kita sudah mencapai 15,5 juta dolar AS. Tapi sebagai target dari internal, kita targetkan bisa mencapai 26 juta dolar AS untuk net income,” ujar Direktur RATU, Adrian Hartadi dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis.
Direktur Utama RATU, Sumantri mengatakan laba bersih dan pendapatan perseroan akan sangat tergantung pada dua variabel, yaitu kinerja operasional dari aset-aset di bawah perseroan dan volatilitas harga minyak mentah global.
"Di mana beberapa aset sedikit mengalami penurunan dibandingkan rata-rata kuartal I, yaitu di Blok Cepu. Tetapi kita tertolong oleh harga minyak yang relatif masih tinggi sampai bulan September (2026) ini,” ujar Sumantri.
Ia memproyeksikan laba bersih perseroan dapat tumbuh mencapai 50 sampai 100 persen year on year (yoy) sepanjang tahun 2026.
“Kita harapkan sampai akhir tahun bisa bergerak antara 50 persen sampai 100 persen, karena kita mengantisipasi penurunan kinerja jika ada, maupun penurunan harga minyak yang tidak setinggi di semester I,” ujar Sumantri.
Hingga semester I-2026, RATU membukukan pendapatan sebesar 25,65 juta dolar AS, atau relatif stabil dengan kenaikan 2 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, adjusted EBITDA perseroan tumbuh 38 persen (yoy) menjadi 21,28 juta dolar AS, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah yang memperkuat margin usaha
Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat melonjak 102 persen (yoy) menjadi 15,54 juta dolar AS, ditopang oleh keuntungan pembelian dengan diskon dari akuisisi participating interest di Blok Madura serta peningkatan kontribusi laba dari entitas asosiasi.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasi perseroan meningkat signifikan menjadi 231,8 juta dolar AS pada semester I 2026, terutama setelah rampungnya akuisisi SMS Development Ltd. (SMSD) yang memberikan 20 persen kepemilikan tidak langsung di HCML, operator Blok Selat Madura.
Kendati liabilitas turut meningkat menjadi 166,8 juta dolar AS seiring pembiayaan akuisisi, rasio Debt to Equity (DER) perseroan tercatat sebesar 2,42 kali atau masih berada jauh di bawah batas covenant sebesar 4,0 kali, mencerminkan struktur permodalan yang tetap sehat untuk mendukung ekspansi ke depan.
Baca juga: Pertamina Geothermal cetak laba 79,61 juta dolar AS di kuartal II-2026
Baca juga: MedcoEnergi bukukan laba bersih 101 juta dolar AS pada 2025
Baca juga: Elnusa bukukan laba bersih Rp190 miliar pada kuartal I 2026
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·